Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Deretan Hewan Buas yang Menderita Akibat Kebakaran Hutan di Indonesia

Deretan Hewan Buas yang Menderita Akibat Kebakaran Hutan di Indonesia Asap kebakaran hutan di Kalimantan. ©HO/NASA EARTH OBSERVATORY/AFP

Merdeka.com - Pemerintah terus berupaya untuk memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Dampak dari kebakaran hutan bukan hanya dirasakan oleh masyarakat, namun juga ke hewan yang habitatnya turut terbakar.

Karena habitatnya terbakar, hewan ini keluar hutan untuk menyelamatkan diri dari kobaran api dan mencari makan. Yang lebih nahasnya lagi, ada juga yang mati terpanggang. Berikut hewan-hewan buas yang keluar dari sarangnya karena kebakaran hutan:

Harimau Sumatera

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kebakaran hutan membuat harimau Sumatera keluar dari habitatnya yang terbakar. Kasi Logistik BPBD Inhil, Riswanto menceritakan, warga mengingatkan petugas BPBD karena ada dua ekor harimau Sumatera keluar dari hutan yang terbakar. Satwa bertaring tajam itu disebut keluar dari hutan di Desa Bayas, Kecamatan Kempas, Kabupaten Inhil.

"Saya dapat laporan dari sejumlah warga, mereka melihat dua ekor harimau berlari keluar dari hutan. Mungkin karena sudah panas di dalam hutan yang terbakar," ujar Riswanto, Minggu (22/9).

Riswanto diingatkan warga karena lokasi kebakaran lahan yang sedang dipadamkannya merupakan areal dan jalur melintas harimau Sumatera tersebut saat keluar dari sarangnya.

"Saat kita lagi padamkan api, warga memberi tahu agar kami hati-hati. Di daerah tempat kami memadamkan pernah dilewati harimau Sumatera beberapa hari lalu," kata Riswanto.

Riswanto dan anggota BPBD serta tim pemadam karhutla lainnya mengaku belum melihat kemunculan hewan buas tersebut. "Katanya ada dua ekor harimau keluar dari hutan. Tapi kami tidak melihatnya," ucap Riswanto.

Beruang

deretan hewan buas yang menderita akibat kebakaran hutan di indonesiaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan membuat hewan liar keluar hutan untuk menyelamatkan diri sekaligus mencari makan. Komandan Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BJSDA), Kalimantan Tengah Muriansyah mengatakan akibat kebakaran hutan di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah menyebabkan satwa dilindungi seperti orangutan dan beruang masuk ke kebun warga.

"Di sekitar lokasi pengecekan, kami juga menemukan jejak satwa liar lainnya yang cukup besar. Diperkirakan jejak beruang madu," kata Muriansyah, seperti dilansir dari Antara.

Muriansyah meminta kepada masyarakat untuk melaporkan jika melihat kemunculan sarwa dilindungi seperti orangutan, beruang, bekantan dan lainnya. Ia meminta warga tidak menangkap atau membunuh satwa tersebut.

"Kami akan mengevakuasinya dengan cara yang benar sehingga tidak melukai satwa dilindungi itu," ujar Muriansyah.

Sementara itu, kebakaran hutan di Riau juga menyisahkan cerita seekor beruang yang berada di tengah kebakaran hutan. Berdasarkan cerita dari Kasi Distribusi dan Logistik BPBD Riau, Suarfianto bertemu dengan seekor beruang yang sedang berada di atas kayu.

Karena tidak mau abil risiko, Suarfianto bersama petugas lainnya tidak mendekat dan memilih menjauh dari beruang yang ditemukan.

Banyak Ular yang Mati

yang mati rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Satwa lainnya juga berdampak. Salah satunya ular piton raksasa penghuni hutan Kalimantan yang hangus terbakar. Matinya ular raksasa yang dijuluki raja ular oleh orang Suku Dayak menghebohkan publik.

"Walau sering diceritakan secara lisan dari suku Dayak di pedalaman Hutan Kalimantan dan ternyata benar-benar masih ada dan terlihat bentuk fisik legenda ular jenis Phyton yang diceritakan raksasa ular Tangkalaluk ada kemiripan dengan Anaconda yang ada di Belantara HUTAN TROPIS Amazon (NEGARA BRAZIL). Dan sekarang kita menyaksikan semua bahwa Tangkalaluk MATI MENGENASKAN AKIBAT HUTAN KALIMANTAN DIBAKAR", tulis akun Facebook Johan Michael Median Pasha.

Bukan hanya ular piton yang mati, ada juga tiga ular king cobra, yang akhirnya mati kepanasan. Akmaludin, salah seorang relawan Balakar Mugirejo mengatakan, lokasi titik api berada di dekat bangunan kandang ayam. Oleh penjaga saat itu, tim gabungan diminta untuk mewaspadai kemunculan ular king Cobra dengan panjang sekitar 6 meter. Mengingat, lokasi pemadaman minim penerangan.

"Itu habitatnya, dari sepanjang yang saya amati. Bukan piton, tapi memang Cobra. Dua saya lihat sudah mati kepanasan. Satu lagi, saya lihat kepalanya tegak, badannya seperti sudah terbakar, langsung saya tendang," kata Akmaludin, salah seorang relawan Balakar Mugirejo, dalam perbincangan bersama merdeka.com, Senin (16/9).

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP