Sekelompok massa menggelar aksi demonstrasi di depan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY, Selasa (24/2) malam. Aksi ini merupakan aksi solidaritas atas kematian dari siswa SMP berinisial AT yang tewas usai dipukul anggota Brimob di Tual, Maluku.
Dari pengamatan di lapangan, massa mulai ramai berdatangan sekitar pukul 18.30 WIB. Aksi demonstrasi ini sempat membuat pagar sisi timur Polda DIY jebol.
Usai pagar jebol, sejumlah personel dari Polda DIY lalu memasang barikade berupa pagar berduri untuk mengamankan dari masuknya para peserta demonstrasi. Sejumlah personel Polda DIY pun langsung mengamankan sisi sebelah timur ini.
Dalam aksi ini massa juga menuangkan bentuk protesnya dengan mencoret pagar Polda DIY. Sejumlah tulisan berisi kritikan dan protes dicoretkan massa di tembok itu.
Advertisement
Aksi demonstrasi ini mulai mereda sekitar pukul 20.00 WIB. Massa aksi dipukul mundur oleh sekelompok warga lain yang berjaga di Polda DIY.
Salah seorang peserta aksi berinisial X menyebut aksi demonstrasi ini merupakan aksi solidaritas atas meninggalnya siswa berinisial AT di Tual, Maluku. Aksi ini bentuk keprihatinan atas aksi represif dari polisi hingga berujung tewasnya AT.
"Ini bentuk solidaritas dan kemarahan masyarakat. Ada anak berusia 14 tahun yang tidak punya salah apa-apa tiba-tiba di jalan dihantam oleh helm oleh polisi dan meninggal dunia," ucap X.
Advertisement
"Aksi ini jadi respons kami. Kenapa kejadian seperti ini terus berulang. Masyarakat sipil yang harusnya dilindungi justru menjadi korban dari keberingasan anggota polisi," tegas X.
Sekitar pukul 20.30 WIB massa yang dipukul mundur ini membubarkan diri dari depan Polda DIY. Usai massa membubarkan diri, jalan Lingkar Selatan yang tadinya ditutup untuk kendaraan bermotor sudah dibuka kembali dan bisa dilintasi.