Delapan Destinasi Wisata di Bali ini akan Terapkan Sistem Tiket Eletronik
Merdeka.com - Sistem eletronik atau e-tiket akan diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, untuk tujuan wisata daerah. Sistem itu, akan digunakan di 8 destinasi tujuan wisata di kawasan Kabupaten Badung, Bali.
Di antaranya di Pantai Pandawa, Uluwatu dan Labuan Sait, Sangeh, Taman Ayun, Punggul, Nungnung, Pangsan, dan Water Blue di Nusa Dua.
"Iya sudah beberapa kali, mensosialisasikan kepada pengelolaan di 8 DTW (Daerah Tujuan Wisata)," kata Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra saat dihubungi, Kamis (9/1).
Ia juga menerangkan,dari segi kesiapan belum 100 persen. Karena baru Minggu depan alat yang dipakai baru disuplai. Sementara ini, akan dilakukan percobaan e-tiket dan secara manual secara bersamaan. Tetapi pihaknya berharap e-tiket sudah siap dalam waktu dua bulan.
"Kami masih menunggu perantinya, teknisnya dan lain-lain bagaimana. Sementara akan dilakukan offline dan online. Sehingga sistemnya jalan 100 persen," imbuh Badra.
Badra juga menyebutkan, sistem pembayaran elektronik ini dirancang oleh Bank Indonesia (BI) dan nantinya akan dipandu. Kemudian, untuk para wisatawan bisa beli tiket di manapun dan dibayar menggunakan metode apapun. Selanjutnya setelah pembayaran, wisatawan akan mendapatkan barcode untuk discan di pintu masuk tempat wisata. "Ini akan dijadikan sebagai rool model di Bali," ungkapnya.
Tujuan e-tiket tersebut, adalah pertama adalah transparansi terhadap pendapatan, dan ini juga saran dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Selain itu, untuk transparansi dan pemanfaatan big data atau mengumpulkan informasi dari wisatawan yang berkunjung.
"Nanti kita bisa tau berapa masyarakat yang mengunjungi (wisata) budaya, berapa yang suka alam, dan juga pantai dari pergerakan ini. Ini sebagai alat kita untuk meningkatkan kualitas turis, kualitas pariwisata kita, supaya kita tetap menjadi destinasi terbaik di dunia," ujarnya.
Ia juga menerangkan, di 8 tujuan wisata di Kabupaten Badung itu, sudah menyumbang sekitar Rp126 miliar setiap tahunnya.
"Kita procas tahun ini Rp126 miliar, dari retribusi, pengelola mendapat 75 persen dan pemerintah 25 persen," ujar Badra.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya