Pontianak, 6 Desember – Petinju profesional peraih gelar juara dunia, Daud Yordan, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai kandidat Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Barat. Keputusan ini diambil di sela-sela Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kalbar ke-14 yang berlangsung di Pontianak, menandai babak baru dalam kepemimpinan olahraga di provinsi tersebut.
Daud Yordan, yang saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, akan bersaing dengan sesama senator asal Kalimantan Barat, Syarif Melvin Alqadrie. Pencalonan Daud ini dilandasi oleh pengalamannya yang panjang sebagai atlet profesional, yang memberinya pemahaman mendalam tentang tantangan dan kebutuhan para olahragawan.
Dengan rekam jejak sebagai juara dunia kelas ringan super IBA, serta mantan juara dunia kelas bulu dan kelas ringan IBO, Daud merasa terpanggil untuk berkontribusi lebih besar. Ia bertekad membawa perubahan positif dan meningkatkan kualitas pembinaan atlet di Kalimantan Barat, berdasarkan perspektif seorang pelaku olahraga sejati.
Advertisement
Advertisement
Daud Yordan menegaskan bahwa motivasinya untuk memimpin KONI Kalbar berasal dari pengalamannya sebagai atlet yang masih aktif dan berstatus juara dunia. "Saya seorang atlet yang masih berstatus juara dunia. Saya tahu rasanya jadi atlet, tahu susahnya pembinaan. Karena itu saya terpanggil," ujar Daud di Pontianak.
Perjalanan panjangnya di dunia tinju profesional telah membentuk karakter kepemimpinan yang tegas dan fokus pada pembinaan. Daud memiliki pemahaman mendalam mengenai kebutuhan atlet, mulai dari akar permasalahan hingga strategi pengembangan potensi.
Saat ini, Daud juga menduduki kursi Ketua KONI Kayong Utara, yang memperkuat komitmennya terhadap pengembangan olahraga di tingkat daerah. Keputusannya untuk maju di level provinsi merupakan dorongan moral yang kuat untuk memajukan olahraga Kalimantan Barat secara keseluruhan.
Advertisement
"Olahraga harus dipikirkan oleh para pelaku olahraga. Kami ingin olahraga Kalbar jauh lebih baik ke depan," tambahnya, menunjukkan visi besar untuk masa depan prestasi olahraga di provinsi ini.
Advertisement
Persaingan memperebutkan kursi Ketua KONI Kalbar diprediksi akan berlangsung dinamis dengan hadirnya dua tokoh sentral asal Kalimantan Barat. Syarif Melvin Alqadrie, yang juga seorang senator, menyatakan kesiapannya untuk bersaing secara sehat dengan Daud Yordan.
Melvin mengingatkan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif di tengah proses pemilihan. Ia menekankan agar para pendukung dari kedua belah pihak senantiasa menjunjung tinggi sportivitas dan persatuan.
"Meski persaingan sangat dinamis, kita harus memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, dan penuh sportivitas. Tidak boleh ada intervensi, tekanan, atau manuver yang dapat memecah persatuan putra daerah," tutur Melvin.
Advertisement
Pesan ini menggarisbawahi pentingnya integritas dan fair play dalam setiap tahapan Musorprov. Tujuannya adalah untuk menghasilkan kepemimpinan KONI Kalbar yang legitimate dan didukung oleh semua pihak, demi kemajuan olahraga daerah.
Advertisement
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi membuka Musorprov KONI Kalbar ke-14 dan menyampaikan pesan penting dalam sambutannya. Ia berharap forum ini dapat melahirkan kepengurusan yang lebih solid dan mampu membawa prestasi olahraga Kalbar naik ke tingkat nasional.
"Musorprov ini sangat penting untuk menghasilkan pengurus yang berkualitas, karena dari sinilah arah pembinaan olahraga Kalimantan Barat ditentukan," kata Norsan, menyoroti krusialnya momen ini bagi masa depan olahraga provinsi.
Gubernur juga menyoroti beberapa cabang olahraga yang selama ini menjadi kekuatan Kalimantan Barat, seperti panjat tebing, yang konsisten menyumbang prestasi di berbagai kejuaraan. Ia meminta agar pengurus baru mampu memperkuat pembinaan atlet muda dan mengembangkan cabang-cabang potensial lainnya.
Advertisement
Musorprov ke-14 ini dihadiri oleh pengurus KONI kabupaten/kota se-Kalimantan Barat serta pengurus cabang olahraga (Pengcab). Forum ini menjadi momentum penting untuk merumuskan kebijakan pembinaan olahraga daerah, termasuk peningkatan fasilitas latihan dan penyediaan sarana pendukung atlet yang memadai.
Sumber: AntaraNews