Dari 1.000 pegawai RSUD Bekasi, baru 200 yang divaksin difteri

Sabtu, 16 Desember 2017 02:00 Reporter : Adi Nugroho
mahasiswa imunisasi difteri. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Sedikitnya 200 pegawai di RSUD, Kota Bekasi, Jawa Barat, divaksin difteri. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi paparan bakteri corynebacterium diphteriae, sumber penyakit difteri dari pasien yang suspek penyakit menular mematikan tersebut.

"Untuk memberikan kekebalan pada pegawai yang menangani pasien suspek difteri," kata Kepala Bidang Keperawatan RSUD Kota Bekasi, Sudirman, Jumat (15/12).

Menurut dia, 200 pegawai tersebut paling banyak yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat. Yaitu mulai dari dokter, perawat, petugas jaga, petugas kebersihan, sopir ambulans, dan tugas lainnya yang ada di layanan tersebut.

"Soalnya mereka yang paling pertama dan lebih banyak bersentuhan dengan pasien difteri," kata dia.

Ia mengatakan, rumah sakit hanya mendapatkan jatah 200 dosis vaksin difteri dari Dinas Kesehatan, padahal jumlah pegawai di RSUD saat ini mencapai sekitar 1.000 orang. Karena itu, 200 dosis tersebut diprioritaskan di pelayanan yang paling bersentuhan dengan pasien difteri.

Sudirman mencatat, pekan ini ada dua pasien yang diduga suspek difteri. Karena ruangan khusus belum siap, maka pasien tersebut dirujuk ke RS Suryanti Suroso di Jakarta.

"Kami tengah mempersiapkan ruang khusus di gedung baru Jalan Mayor Oking dengan kapasitas 40 tempat tidur dari 10 ruangan. Paling lambat siap digunakan Selasa pekan depan, soalnya peralatan penunjang untuk menangani pasien difteri khusus," kata dia. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini