Dapat Laporan Alat Peringatan Dini Banjir Tidak Berfungsi, DPRD DKI Pertanyakan Kesiapan Pemprov

Anggota Komisi C DPRD DKI itu menyayangkan alat yang begitu mahal harganya ternyata tidak bisa berfungsi dengan baik saat keadaan krisis.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Dapat Laporan Alat Peringatan Dini Banjir Tidak Berfungsi, DPRD DKI Pertanyakan Kesiapan Pemprov
Dapat Laporan Alat Peringatan Dini Banjir Tidak Berfungsi, DPRD DKI Pertanyakan Kesiapan Pemprov (Merdeka.com)

Sejumlah wilayah di Jakarta terdampak banjir kiriman setelah kawasan Puncak dan Bogor diguyur hujan deras sejak akhir pekan lalu.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta August Hamonangan prihatin dengan banjir yang terjadi di sejumlah kawasan di Jakarta. Salah satu kawasan terdampak banjir yakni Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan, yang berada di bantaran Kali Ciliwung.

August menyebut, dia mendapat informasi dari warga bahwa alat peringatan dini banjir di daerah itu rusak atau tidak berfungsi.

"Kami mendapatkan laporan bahwa alat pengeras suara di Pengadegan tidak berbunyi. Padahal, ketinggian air di Bendung Katulampa saat itu sudah mencapai titik kritis," kata Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta August Hamonangan dalam keterangan resmi di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (5/3).

Dia menyayangkan jika benar kondisi itu terjadi. Menurutnya, Pemerintah Provinsi terlambat memastikan kesiapan alat peringatan dini banjir agar berfungsi secara optimal.

Agar kejadian seperti ini tidak terulang, August meminta Pemprov DKI Jakarta memastikan kesiapan alat-alat peringatan dini banjir yang ada menyusul kejadian tersebut. Sebab, katanya, sangat disayangkan alat yang begitu mahal harganya ternyata tidak bisa berfungsi dengan baik.

Padahal, pengadaan alat tersebut untukn memberikan peringatan dini kepada warga sehingga, mereka punya jeda waktu untuk bersiap-siap menghadapi banjir.

"Karena alat tersebut tidak berfungsi, maka warga yang tinggal dekat dengan Kantor Kelurahan bahkan tidak siap untuk menghadapi bencana yang akan datang pada saat itu," ujarnya.

Dia juga mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk menggencarkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di sekitar DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta, kata dia, juga harus melakukan evaluasi, jika pengadaan toa kurang efektif, maka anggarannya bisa difokuskan untuk membangun waduk, polder dan embung yang bisa berfungsi sebagai tempat parkir air.

"Ini bisa mengurangi kemungkinan air meluap dan mengakibatkan banjir. Selain itu, normalisasi kali-kali juga harus dilakukan terus," katanya.

August mengajak setiap pihak, termasuk warga Jakarta untuk tetap waspada dan jangan lengah terlebih dahulu menghadapi potensi banjir yang mungkin melanda beberapa wilayah di daerah itu.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan bahwa untuk banjir yang terjadi di Jakarta disebabkan hujan intensitas tinggi yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Minggu (2/3) dan Senin (3/3), serta pada Selasa (4/3).

Akibat hujan intensitas tinggi tersebut kata Isnawa, mengakibatkan Bendung Katulampa yang berada di Bogor, Jawa Barat, menjadi bahaya dan menyebabkan Kali Ciliwung meluap.

Kemudian, lanjut dia, hujan yang terjadi di Jakarta dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir.

Rekomendasi