Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, baru-baru ini menerima anugerah istimewa. Beliau dianugerahi gelar adat kehormatan Melayu oleh Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Penganugerahan berlangsung khidmat di Istana Damnah, Kabupaten Lingga, Kepri, pada hari Selasa. Acara ini menjadi saksi bisu pengakuan atas kontribusi besar Yusril terhadap nilai-nilai budaya Melayu.
Gelar "Sri Indra Nara Wangsa" disematkan kepada Yusril sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan kiprahnya. Beliau dinilai telah gigih menjaga marwah, nilai, serta keluhuran budaya Melayu di kancah nasional.
Advertisement
Advertisement
Pemberian gelar adat "Sri Indra Nara Wangsa" kepada Yusril Ihza Mahendra bukan tanpa alasan. Lembaga Adat Melayu Kepri melihat rekam jejaknya yang konsisten dalam melestarikan budaya dan menjaga marwah Melayu.
Kiprah Yusril di tingkat nasional dianggap telah mengangkat harkat dan martabat budaya Melayu. Ini mencakup upaya-upaya dalam mempertahankan nilai-nilai luhur serta tradisi yang kaya di berbagai forum.
Gelar ini secara simbolis menempatkan Yusril sebagai tokoh yang memiliki peran penting dalam pelestarian. Ia diakui sebagai pelindung dan pengembang kebudayaan Melayu di tengah dinamika modernisasi dan tantangan global.
Advertisement
Upacara penganugerahan ini sendiri merupakan tradisi turun-temurun yang sarat makna dan nilai historis. Istana Damnah, lokasi acara, menambah kekhidmatan karena merupakan situs bersejarah kejayaan Riau-Lingga pada masa lampau.
Advertisement
Menanggapi kehormatan yang diterimanya, Yusril Ihza Mahendra menyampaikan rasa terima kasih mendalam. "Terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas kehormatan yang diberikan oleh masyarakat Melayu Kepri," ujarnya dengan penuh rasa hormat.
Yusril berharap, gelar adat yang kini melekat pada dirinya menjadi pengingat dan amanah yang harus diemban. Ia berjanji akan terus berkontribusi bagi kemaslahatan bangsa, khususnya dalam menjaga kehormatan nilai-nilai budaya dan persatuan di Indonesia.
"Saya akan memelihara kehormatan ini dengan sebaik-baiknya sebagai wujud penghargaan kepada adat dan masyarakat Melayu,” ucap Yusril, menegaskan komitmennya untuk menjaga amanah tersebut.
Advertisement
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, turut menyampaikan pandangannya mengenai penganugerahan ini. Ansar menyatakan bahwa dengan gelar tersebut, Yusril Ihza Mahendra kini resmi menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Kepulauan Riau.
Ansar bahkan menawarkan Kepri sebagai rumah kedua bagi Yusril dan keluarganya, menunjukkan kehangatan dan penerimaan. Ia berharap Yusril dapat turut serta bersama-sama membangun Kepri menjadi lebih maju di masa mendatang, memanfaatkan pengalaman dan jaringannya.
"Gelar adat ini adalah amanah dan kemuliaan yang harus dijaga. Semoga menjadi tuah dan marwah bagi Dato' serta masyarakat Melayu Kepri," tutur Ansar, mengakhiri rangkaian acara dengan harapan besar.
Advertisement
Sumber: AntaraNews