Dana Rp14,4 Triliun Mengendap di Bank Jakarta, Pramono Janji Gunakan Pembangunan dengan Baik

Adapun berdasarkan temuan Bank Indonesia (BI), Pemprov Jakarta masuk dalam daftar 15 Pemda dengan simpanan tertinggi di perbankan.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Dana Rp14,4 Triliun Mengendap di Bank Jakarta, Pramono Janji Gunakan Pembangunan dengan Baik
Dana Rp14,4 Triliun Mengendap di Bank Jakarta, Pramono Janji Gunakan Pembangunan dengan Baik (Merdeka.com)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang sempat mengungkap masih banyak pemerintah daerah (pemda) yang menumpuk uang dalam jumlah besar di perbankan.

Adapun berdasarkan temuan Bank Indonesia (BI), Pemprov Jakarta masuk dalam daftar 15 Pemda dengan simpanan tertinggi di perbankan. Total dana milik Pemprov Jakarta yang tersimpan di bank mencapai Rp14,68 triliun.

Pramono mengatakan siap mengoptimalkan dana daerah yang mengendap sebesar Rp14,4 triliun tersebut. Dia memastikan dana itu akan digunakan untuk mendukung pembangunan Jakarta.

“Berkaitan dengan uang daerah yang mengendap di bank-bank, termasuk di Bank Jakarta. Saya sudah meminta, saya setuju apa yang disampaikan oleh Pak Purbaya,” kata Pramono di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (21/10).

Pramono juga berharap Pemprov Jakarta segera mendapatkan dana transfer dari pemerintah pusat. Pasalnya menurut Pramono, uang itu akan digunakan untuk pembangunan.

“Termasuk mudah-mudahan DKI Jakarta segera mendapatkan transfer dari pemerintah pusat untuk Bank Jakarta, seperti pembicaraan terakhir, yang rencananya Rp10 triliun, pasti uang itu akan kami gunakan untuk membangun Jakarta secara baik,” ujar Pramono.

Menurut Pramono, langkah ini penting dilakukan untuk menjaga likuiditas dan memperkuat ruang fiskal daerah setelah adanya pemotongan dana bagi hasil (DBH) dari pusat.

“Uang-uang yang idle (tidak digunakan) kalau untuk di Jakarta pasti akan termanfaatkan, apalagi setelah adanya pemotongan DBH, maka Jakarta membutuhkan ruang fiskal yang lebih untuk bisa membangun Jakarta,” tandas Pramono.

Rekomendasi