Dana keamanan Pilgub Sumut capai Rp 150 miliar

Kamis, 8 Februari 2018 20:28 Reporter : Yan Muhardiansyah
Dana keamanan Pilgub Sumut capai Rp 150 miliar Simulasi pengamanan di Sumut saat pilkada serentak. ©2018 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Sekelompok orang bersenjata menculik dan menyandera ketua KPU Sumut. Polisi pun bertindak melakukan pembebasan dan menghabisi para pelaku.

Ini bukan kejadian sebenarnya, melainkan Simulasi Sistem Pengamanan Kota Pilkada Serentak 2018 yang digelar Polda Sumut di Lanud Soewondo Medan, Rabu (8/2).

Dalam simulasi itu, ketua KPU Sumut diculik sejumlah orang bersenjata laras panjang, saat berkendara pulang dari Kantor KPU Sumut. Mobil yang ditumpanginya diikuti mobil lain. Mobil yang membawa ketua KPU Sumut melakukan gerakan zig-zag untuk menghindar dari pelaku.

Tak lama berselang terdengar suara tembakan dari belakang. Mobil yang ditumpangi ketua KPU Sumut langsung berhenti. Sejumlah pria berbadan tegap juga bertopeng mendekat dan menodongkan senjata laras panjang ke arah mobil. "Keluar! keluar!" teriak mereka.

Pengawal ketua KPU Sumut sempat keluar dari mobil kemudian terlibat baku pukul. Namun, dia roboh ditembak penyerang.

Ketua KPU Sumut kemudian digiring ke dalam mobil penculik. Selanjutnya dia disekap dalam satu bangunan yang dijaga ketat.

Operasi pembebasan dilakukan. Petugas langsung mengepung lokasi penyekapan ketua KPU Sumut. Sejumlah personel Brimob juga turun dari helikopter.

Petugas langsung menyergap para penculik dan meminta mereka menyerah. Para pelaku bergeming. Mereka menembak kaki ketua KPU Sumut dan meminta tebusan sebesar Rp 5 miliar.

Petugas pun menyiapkan tebusan dalam tas. Saat petugas memegang tas, terdengar tembakan. Dua penculik langsung roboh. Ternyata tembakan dilepaskan dua penembak jitu.

Setelah kedua penculik roboh, polisi merangsek masuk ke bangunan lalu melumpuhkan penculik lainnya. Ketua KPU Sumut pun diselamatkan, meski mengalami luka tembak pada bagian kaki. Dia langsung dibawa dengan ambulans ke rumah sakit. Operasi penyelamatan itu pun dinyatakan sukses.

Selain skenario penculikan ketua KPU, polisi juga menggelar simulasi penanganan unjuk rasa di KPU Sumut. Mereka melakukan pengendalian massa yang bertindak beringas.

Usai simulasi Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw menyatakan, pihaknya siap menghadapi insiden serupa.

"Yang menjadi perhatian kita adalah ancaman kerawanan ini dimulai pada kegiatan kampanye. Tim pemenangan yang akan menggelar kampanye akan jadi atensi kami. Kedua, tentu penyelenggara sendiri. Karena penyelenggara ini adalah pihak yang rentan mendapat intimidasi dan kekerasan," ucapnya.

Sementara Gubernur Sumut T Erry Nuradi mengatakan, dana untuk pengamanan untuk polisi pada pilkada serentak 2018 di Sumut mencapai Rp 130 miliar. Khusus untuk TNI, digelontorkan Rp 20 miliar.

Alokasi itu merupakan bagian dari total dana untuk pilkada di Sumut adalah sebesar Rp 1,2 triliun. Sebanyak Rp 855 miliar untuk KPU Sumut, Rp 273 miliar untuk Bawaslu sampai Panwaslu.

"Kalau untuk membangun jalan, itu bisa berapa kilometer. Buat sekolah juga sudah bisa berapa ratus sekolah. Karena itu benar-benarlah anggaran ini dimanfaatkan sebaik-baiknya," harap Erry. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini