Dalami Suap Lelang Proyek, KPK Geledah Kantor PUPKP dan BLP Kota Yogyakarta

Kamis, 22 Agustus 2019 16:34 Reporter : Merdeka
Dalami Suap Lelang Proyek, KPK Geledah Kantor PUPKP dan BLP Kota Yogyakarta KPK. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan suap lelang proyek drainase di Yogyakarta yang melibatkan dua jaksa. Penyidik lembaga antirasuah menggeledah Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) dan Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Yogyakarta.

"Saat ini tim KPK sedang melakukan penggeledahan di Dinas PUPKP dan BLP Kota Yogyakarta," tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangannya, Kamis (22/8).

Dia mengungkapkan, tim sebelumnya menggeledah kantor PT Kusuma Chandra dan PT Mataram Mandiri pada Rabu 21 Agustus 2018.

"Sejumlah dokumen-dokumen terkait proyek disita dari lokasi," jelasnya.

KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Yogyakarta. Dua di antaranya merupakan jaksa yang salah satunya anggota dari Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Yogyakarta.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyampaikan, ketiganya terlibat dalam dugaan suap lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Tahun Anggaran 2019.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan tiga orang tersangka," tutur Alexander di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (20/8).

Menurut Alexander, dua tersangka adalah Jaksa Anggota TP4D Kejaksaan Negeri Yogyakarta Eka Safitri (ESF) dan Jaksa Kejaksaan Negeri Surakarta Satriawan Sulaksono (SSL), selaku penerima suap.

Sementara satu tersangka lagi adalah Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri (Mataram) Gabriella Yuan (GYA), selaku pemberi suap.

Tersangka ESF dan SSL terancam Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun tersangka GYA terancam pasal disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini