Fathoni beserta istri dan dua anaknya, akhirnya bisa kembali menginjakkan kaki di Ttanah Air dengan selamat, setelah ancaman serangan dari Israel dan Amerika menggempur sejumlah wilayah di Iran.
Pria asal Samarinda, Kalimantan Timur ini mengaku sudah 3,5 tahun tinggal di Kota Masyhad, wilayah bagian timur Iran.
Mahasiswa ini mengaku bahwa Kota Masyhad masih cukup aman hingga dia tinggalkan, Kamis (21/6). Meski dia mendengar beberapa kali suara tembakan yang diduga peluru dari serdadu Iran yang menembakan drone asing ke kota tersebut.
"Kami di Kota Masyhad hanya drone saja beberapa hari. Tapi sempat ditembak oleh Iran dan jatuh. Cenderung (Kota Masyhad) aman, karena di Kota Masyhad cenderung jauh dari Israel, Itu Iran bagian timur," ungkap Fathoni sambil menggendong anak bungsunya di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (24/6).
Diungkapkan Fathoni, penyerangan Israel ke sejumlah wilayah di Iran dilakukan dengan menggunakan drone. Beberapa wilayah yang dia ketahui turut diserang oleh Drone Israel adalah Bandara.
"Katanya yang diserang pakai drone itukan Bandara, dari kota Masyhad sekitar 10 menit," ucap dia.