Cerita Haji Sueb jadi 'Paspampres' Dadakan Saat Jokowi Blusukan di Tambak Lorok

Selasa, 19 Februari 2019 19:29 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Cerita Haji Sueb jadi 'Paspampres' Dadakan Saat Jokowi Blusukan di Tambak Lorok Jokowi di Tambak Lorok. Youtube/sofan fitri

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo alias Jokowi tiba-tiba saja muncul di perkampungan Tambak Lorok, Tanjung Emas, Semarang. Kedatangan Jokowi membuat kaget warga karena tak pemberitahuan sebelumnya. Apalagi seperti tidak ada pengawalan dari Paspampres.

Jokowi datang kira-kira pukul 11 malam menggunakan mobil Innova. Dia masuk ke perkampungan dari sisi kampung Tambak Lorok tepatnya di dekat Ditpolair Polda Jateng.

Suasana hening di perkampungan mendadak ramai melihat pria asal Solo itu. Kebetulan sekumpulan bapak-bapak sedang duduk di warung.

"Tidak terlalu banyak warga, lumayan lah. Sekitar kurang lebih 90 menit di sini, ngobrol-ngobrol dengan nelayan di lokasi tidak terasa mobil sudah berada di depan pasar pelelangan ikan," kata Ketua RW setempat, Haji Sueb, kepada merdeka.com yang menemuinya, Kamis (19/2).

Kepada nelayan, Jokowi menjanjikan proyek talud bisa segera diselesaikan.

"Beliau hanya ngajak ngobrol nelayan, tidak ada yang dikasih. Kedatangan itu istimewa bagi kami. Pemimpin peduli permasalahan warga," katanya..

Dia pastikan, tak pernah tahu Jokowi akan datang ke kampungnya. Sueb sempat mengira yang datang adalah pekerja proyek.

"Pak Joko Widodo datang tidak tahu, dia datang sendiri. Justru saya kira pekerja proyek. Memang saat itu dijadwalkan datang tapi gagal terus," ujarnya.

Sepengetahuannya, Jokowi memang tidak didampingi Paspampres. Sueb mengaku dirinya lah yang menjadi pengawal Jokowi selama kunjungan ke Tambak Lorok.

"Saya yang kawal ketat amankan pak Joko Widodo keliling. Bisa katakan jika ada apa-apa dengan beliau, saya pertaruhkan nyawa saya. Ya itung-itung jadi Paspampres dadakan," jelas Sueb yang terlihat senang.

Kepada Jokowi, Sueb mengatakan kondisi kampungnya semakin membaik jika dibandingkan lima tahun lalu.

"Saya katakan syukur baik kondisi perekonomian nelayan semasa kepemimpinan Joko Widodo," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, memastikan Jokowi tetap mendapatkan pengawalan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) saat berada di Tambaklorok, sesuai prosedur pengamanan terhadap kepala negara.

"Beliau ingin memahami sebetulnya apa yang terjadi, dari aspek yang lain kan pasti sudah diperhitungkan. Berdua ke sana dengan Danpaspampres, tapi kan satuan pengamannya ditanam sebelumnya oleh Danpaspampres," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/2).

Kendati begitu, pengamanan tersebut dilakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan Jokowi. Paspampres, kata dia, tidak ingin mengambil risiko jika Presiden jalan sendiri tanpa pengawalan selama berada di Tambak Lorok. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini