Cerita Asbah Petani Asal Pandeglang Ikut Demo Buruh di Monas: Kami Cuma Ingin Petani Hidup Layak
Massa Buruh dari pelbagai aliansi mulai memenuhi kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (1/5).
Massa Buruh dari pelbagai aliansi mulai memenuhi kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (1/5). Spanduk dikibarkan. Teriakan membahana. Ribuan buruh datang untuk memperingati May Day 2025.
Sejak pagi buta, massa buruh berdatangan. Ada yang naik motor, ada yang naik bus antar kota. Long march digelar dari titik kumpul ke panggung utama yang berdiri megah di sisi barat Monas. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dan menyapa kaum pekerja dari atas panggung.
Bukan cuma buruh. Di antara lautan massa itu, terselip pula suara petani. Salah satunya Asbah, pria dari Cibaliung, Pandeglang, Banten. Serikatnya ikut bergabung menyuarakan keresahan.
"Saya petani, tapi mau tanam aja susah sekarang. Lahan makin sempit, banyak diambil perusahaan," kata Asbah saat ditemui di lokasi, Kamis (5/1).
Asbah bicara pelan, tapi tajam. Dia mohon agar Presiden Prabowo memperhatikan nasib petani yang hidup di bawah garis kemiskinan.
"Kami cuma ingin petani hidup layak. Karena petani di daerah kami masih banyak yang miskin," ujar Asbah.
Buruh Naik Rombongan Bus
Sementara itu, Ridwan, salah satu buruh mengaku rela datang jauh-jauh dari Kabupaten Tasikmalaya. Pria berseragam KSPSI ini naik bus bareng rombongan sejak Rabu (30/4) malam. Sampai Jakarta, walaupun kurang tidur, tapi semangatnya meledak-ledak.
"Malam tadi jam setengah 12 berangkat sampai jam 7 pagi," kata Ridwan.
Ridwan tidak datang cuma buat jalan-jalan. Dia bawa harapan menyuarakan nasib buruh yang menurutnya masih termarjinalkan.
“Upah dan kesejahteraan perlu ditingkatkan. Pegawai outsourcing masih banyak,” ujar dia.
Tapi Ridwan tetap optimis Prabowo akan memberikan perhatian kepada kaum buruh. Terbukti, Prabowo akan hadir menyapa para buruh.
"Mudah-mudahan beliau lihat langsung kondisi kami," kata Ridwan.