Cak Imin sebut agama memperkuat nasionalisme
Merdeka.com - Muhaimin Iskandar mengatakan, beberapa ahli sempat memprediksikan Indonesia akan terpecah belah, namun hingga saat ini masih utuh. Dia menjelaskan, salah satu yang membuat NKRI tetap bersatu karena ajaran Ulama Nusantara yang mengajarkan tentang cinta tanah air adalah bagian dari Iman.
Hal tersebut dikatakan Muhaimin atau akrab disapa Cak Imin dalam sambutannya di Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Islam Nusantara Center (INC) dengan tema 'Maha Guru Ulama Nusantara : Zona Nusa Tenggara Barat' di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu (22/11).
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin menceritakan bahwa beberapa Negara Islam di Timur Tengah saat ini sedang menghadapi konflik dan perpecahan. Padahal, mereka hanya terdiri dari puluhan suku saja, sedangkan Indonesia mempunyai 1.300 suku namun tetap bersatu.
"Ini karena sejak dahulu, ulama kita sudah mengajarkan bahwa cinta tanah air adalah bagian dari Iman, yang di NU dikenal dengan adagium Hubbul Wathan Minal Iman," katanya. "Artinya nasionalisme kita ditopang kuat dengan ajaran agama, sehingga agama memperkuat nasionalisme kita, ini yang belum saya lihat di negara-negara Islam lain di Timur Tengah," Imbuh Cak Imin.
Tradisi dan ajaran yang diwariskan ulama terbukti telah menjadi kekuatan nasional, serta telah menguatkan semangat kebhinekaan. Kemudian tradisi keislaman yang telah dibangun oleh para ulama nusantara telah memberikan banyak pelajaran dan Local Wisdom di mana lebih mengutamakan keharmonisan sosial serta kemaslahatan umat.
"Dari sejak zaman penjajahan, ulama kita sudah mengajarkan cinta tanah air adalah bagian dari Iman. Puncak dari wujud ajaran itu adalah dicetuskannya resolusi Jihad oleh K.H. Haysim Asy'ari yang dibacakan oleh Bung Tomo di RRI. Resolusi Jihad Ini yang kemudian memberi spirit para santri dan masyarakat untuk ikut berjihad melawan penjajah," jelas politisi PKB ini.
"Tradisi Islam tersebut telah menjadi salah satu pembentuk dan penopang jatidiri bangsa saat ini. Jangan sekali-kali melupakan Jasa Ulama, oleh sebab itu, seminar yang digelar INC ini sangat penting, jadi generasi milenial saat ini bisa berkaca dan belajar ajaran Ulama Nusantara yang genuin dan unik," terangnya.
Sementara itu, Din Syamsuddin menambahkan, sejak abad 18, banyak sekali Ulama Nusantara, khususnya Ulama Sasambo (Sasak, Samawa dan Mbojo) yang sangat cemerlang di tingkat International.
"Hal tersebut karena ada kebijakan pengiriman kader ulama ke timur tengah yang dilakukan oleh kesultanan di Pulau Sumbawa secara sistematis dan strategis, padahal saat itu untuk belajar ke luar negeri sangat sulit, kalau mau kirim uang saja harus ke kesultanan Malaka," ujarnya.
Selain dihadiri oleh Muhaimin Iskandar dan Din Syamsuddin hadir juga Sultan Sumbawa, M. Kaharuddin IV, Prof. DR. Abdul Ghani Abdullah, Dr. M. Wildan, MA, Jazilul Fawaid (Inisiator INC), Zainul Milal Bizawi (Sejarawan Santri dan penulis Buku), serta Ginanjar A Sya’ban (Direktur INC).
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya