Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, mengajak generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan. Ajakan ini disampaikan demi menjaga keberlanjutan kehidupan di masa depan yang semakin menantang. Beliau menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan.
Seruan tersebut mengemuka saat kunjungan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI). Mereka melakukan kuliah lapangan di Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 14-15 November 2025 mendatang.
Dalam kesempatan itu, Bupati Fadjar secara khusus mendorong mahasiswa untuk memulai kepedulian lingkungan sejak dini. Salah satu aksi konkret yang disarankan adalah penanaman mangrove. Mangrove memiliki peran vital dalam melindungi pesisir dari abrasi dan gelombang laut.
Advertisement
Advertisement
Muhammad Fadjar Churniawan, Bupati Kepulauan Seribu, menegaskan bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan. Mereka diharapkan tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi nyata. Kepedulian lingkungan sejak dini akan membentuk karakter yang bertanggung jawab terhadap alam.
Pendidikan lingkungan, menurut Bupati, tidak hanya terbatas pada ruang kelas atau perkuliahan. Keterlibatan langsung dalam kegiatan konservasi, seperti penanaman mangrove, menjadi pengalaman berharga. Ini melengkapi pemahaman teoritis dengan praktik lapangan yang relevan.
Kegiatan ini juga menjadi momen penting bagi para mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah mereka peroleh. Dengan terjun langsung dan berbaur dengan masyarakat lokal di Pulau Pari, mereka dapat memahami isu lingkungan secara lebih mendalam. Interaksi ini memperkaya perspektif mereka tentang tantangan dan solusi lingkungan.
Advertisement
Advertisement
Kuliah lapangan yang diikuti mahasiswa FISIP UI ini merupakan wujud nyata dari sinergi berbagai pihak. Kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama. Tujuannya adalah membangun pariwisata yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga inklusif dan berbasis komunitas.
Aksi nyata seperti penanaman mangrove dan interaksi dengan masyarakat lokal ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan mahasiswa. Semua ini diarahkan untuk mendukung pembangunan wilayah Kepulauan Seribu secara holistik.
Bupati Fadjar menyatakan keyakinannya terhadap gagasan-gagasan yang dihasilkan oleh para mahasiswa. Beliau percaya bahwa kontribusi mereka akan memberikan manfaat jangka panjang. Manfaat tersebut tidak hanya bagi lingkungan lokal, tetapi juga dalam memperkuat citra DKI Jakarta di kancah nasional maupun internasional.
Advertisement
Advertisement
Guru besar FISIP UI dan Dosen Koordinator Mata Kuliah Jejaring dan Ruang Transnasional, Ani Widyani Soetjipto, menjelaskan tujuan kegiatan ini. Kuliah lapangan dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa. Mereka diajak memahami dinamika pembangunan pariwisata berkelanjutan secara komprehensif.
Selain aspek edukasi, kegiatan ini juga memiliki misi promosi yang penting. Pulau Pari diposisikan sebagai destinasi wisata yang edukatif dan ramah komunitas. Ini menunjukkan bahwa pariwisata dapat berjalan seiring dengan upaya konservasi dan pemberdayaan masyarakat.
Pendekatan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung yang memiliki kesadaran lingkungan. Dengan demikian, Pulau Pari tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena komitmennya terhadap keberlanjutan. Ini sejalan dengan upaya global untuk mengembangkan pariwisata yang bertanggung jawab.
Advertisement
Sumber: AntaraNews