Buntut Tragedi Al-Khoziny, 40.000 Bangunan Pesantren di Indonesia Dicek Kemen-PUPR

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, akan melakukan pemeriksaan terhadap 40.000 bangunan pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Buntut Tragedi Al-Khoziny, 40.000 Bangunan Pesantren di Indonesia Dicek Kemen-PUPR
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Gunungkidul, Minggu (5/10/2025) siang (Liputan6.com/Hendro Ary Wibowo) (© 2025 Liputan6.com)

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa kementeriannya, bekerja sama dengan Kementerian Agama, akan melakukan pemeriksaan terhadap 40.000 bangunan pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Langkah ini diambil setelah insiden runtuhnya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny yang terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur.

"Ya ya, nanti akan di cek, kerja sama dengan Kementerian Agama. (Jumlahnya) 40.000 itu," ujar Dody di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (8/10).

Dia menambahkan bahwa Kementerian PU telah mulai memeriksa bangunan di beberapa pondok pesantren sejak Senin, 6 Oktober 2025. Pengecekan ini lebih banyak dilakukan di pesantren yang terletak di Pulau Jawa.

"Semua arahan dari Kementerian Agama, tapi kan yang paling banyak di Pulau Jawa. Pulau Jawa dan beberapa di Sumatera," jelasnya.

Dody juga menyatakan bahwa fokus pengecekan ini ditujukan pada bangunan pondok pesantren yang memiliki lebih dari satu lantai.

"Ya tentunya bangunan-bangunan yang berlantai ke atas, dua ke atas, 3, 4 dan 5," kata Dody.

Usai Tragedi Al Khoziny, Kementerian PU Akan Cek 40.000 Bangunan Pesantren di Indonesia
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Gunungkidul, Minggu (5/10/2025) siang (Liputan6.com/Hendro Ary Wibowo) © 2025 Liputan6.com

Sebelumnya, Kementerian Agama telah mengklarifikasi berita mengenai hanya 51 pesantren yang memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Prof. Amien Suyitno, yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag, menjelaskan bahwa jika isu tersebut benar, maka angka tersebut hanya merupakan sampel dari total 42.000 pesantren di seluruh Indonesia.

"Ya mungkin itu baru sampling, karena pesantren kita banyak. Bisa jadi betul tapi kalau sampling ya mungkin itu baru perwakilan yang dilakukan saat peninjauan," ungkap Amien di Kantor Kementerian Agama Jakarta pada hari Rabu (8/10).

Amien juga menegaskan bahwa setelah Presiden Prabowo memberikan instruksi untuk mengevaluasi insiden di Pondok Pesantren Al Khoziny, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar telah mengambil langkah-langkah konstruktif terkait pesantren di tanah air.

"Saya lihat Pak Menko juga langsung berkomunikasi dengan Pak Menteri Agama, Pak Prof. Kiai Nasaruddin, dan bahkan juga Pak Menko langsung berkomunikasi dengan Menteri PU Dody Hanggodo," jelas Amien.

Kementerian Agama (Kemenag) akan mengadakan rapat hari ini di Kantor Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) untuk menindaklanjuti instruksi dari Presiden Prabowo.

"Salah satu langkah jangka pendek yang akan diambil adalah memastikan dan memetakan data pesantren yang berpotensi mengalami kerusakan berat, yang tentunya menjadi prioritas utama dalam waktu dekat," jelasnya.

Dia menambahkan, "Saya di Direktorat Pendidikan Islam akan menyiapkan data tersebut dan melakukan pemetaan. Selain itu, akan ada langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil, termasuk yang berkaitan dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)," tuturnya.

Infografis Ironi Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Ironi Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Liputan6.com/Abdillah)
Rekomendasi