Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang memperkenalkan inovasi menarik dalam sistem absensi mahasiswanya. Kini, kehadiran di kampus tidak lagi hanya diukur dari tanda tangan fisik, melainkan dari karya nyata yang dihasilkan. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong kreativitas dan produktivitas mahasiswa secara maksimal.
Rektor UIBU, Dr. Nurcholis Sunuyeko, menyampaikan gagasan revolusioner ini pada Sabtu malam, 2 November, di sela-sela acara Sambut Mahasiswa Baru (Samba) 2025. Ia menegaskan bahwa pembelajaran modern harus bergeser dari sekadar mencatat menjadi melatih kemampuan berkarya. Ini adalah langkah strategis untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan masa depan.
Menurut Dr. Nurcholis, "Kuliah sekarang tidak lagi hanya sekedar hadir dan mencatat, tetapi diarahkan untuk melatih siswa berkarya, bahkan absensi di UIBU bisa berupa karya." Pendekatan ini diharapkan dapat mengubah persepsi mahasiswa terhadap belajar, menjadikannya sebuah proses yang menyenangkan dan bermanfaat. UIBU berkomitmen untuk menciptakan lingkungan akademik yang dinamis.
Advertisement
Advertisement
Sistem absensi yang mengedepankan karya ini menjadi terobosan baru di dunia pendidikan tinggi. UIBU meyakini bahwa indikator keberhasilan belajar bukan hanya kehadiran fisik di kelas, melainkan kemampuan mahasiswa untuk menghasilkan sesuatu yang konkret. Hal ini sejalan dengan tuntutan dunia kerja yang semakin menghargai inovasi dan kreativitas.
Dr. Nurcholis Sunuyeko menjelaskan bahwa filosofi di balik absensi berupa karya adalah untuk menumbuhkan mental produktif. "Kita ingin mahasiswa berpikir kreatif, produktif, dan aktif, karena belajar itu bukan beban, tapi cara memperluas rezeki,” ujarnya. Pernyataan ini menekankan bahwa ilmu adalah rezeki yang harus disyukuri dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Dengan sistem ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya pasif menerima informasi, tetapi aktif menciptakan dan berinovasi. Karya yang dihasilkan bisa beragam, mulai dari proyek penelitian, prototipe produk, hingga tulisan ilmiah. Ini memberikan kebebasan bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka.
Advertisement
Advertisement
Selain inovasi absensi, UIBU juga mengadopsi metode kuliah yang sangat fleksibel dan berbasis teknologi. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa untuk belajar tanpa terikat ruang dan waktu, sebuah adaptasi penting di era digital. Fleksibilitas ini menjadi salah satu keunggulan UIBU dalam menyelenggarakan pendidikan.
Mahasiswa dapat dengan mudah mengakses berbagai bahan perkuliahan melalui link universitas yang selalu diperbarui. Sistem ini mendukung pembelajaran daring (online) dan tatap muka secara dinamis, disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi mahasiswa. Hal ini memastikan bahwa proses belajar tetap efektif dan efisien.
Ketersediaan sumber belajar yang mudah diakses ini membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa untuk mendalami materi. Mereka bisa belajar kapan saja dan di mana saja, yang sangat membantu bagi mahasiswa yang memiliki kesibukan lain. Teknologi menjadi jembatan utama dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan adaptif.
Advertisement
Advertisement
UIBU juga menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang positif melalui program Sambut Mahasiswa Baru (Samba) 2025. Rektor menegaskan bahwa UIBU telah meninggalkan sepenuhnya budaya perpeloncoan yang kerap terjadi di masa orientasi. "Mahasiswa baru tidak boleh stres. Mereka harus merasa nyaman dan bahagia saat mulai kuliah," kata Dr. Nurcholis.
Konsep Samba dirancang dengan tema "heppiee", tanpa ceramah berlebihan, tanpa tekanan, dan yang terpenting, tanpa biaya. Ini merupakan antitesis dari orientasi pengenalan kampus (ospek) tradisional yang seringkali membebani mahasiswa baru dengan berbagai perlengkapan wajib. "Ospek bukan pola penerimaan mahasiswa baru yang penuh dengan intimidasi, tekanan dan ketakutan, bahkan tidak keluar biaya sama sekali untuk pernak pernik ospek yang diwajibkan panitia," tegasnya.
Untuk memastikan ribuan mahasiswa baru merasa bahagia dan nyaman, UIBU bahkan menghadirkan artis Fandy Kerispatih and Friends. Mereka membawakan lagu-lagu hits seperti "Anugerah Terindah" dan "Hampa", menciptakan suasana yang penuh kegembiraan. Pendekatan ini bertujuan agar mahasiswa dapat menerima ilmu dengan hati yang lapang, karena kebahagiaan adalah kunci dalam proses belajar.
Advertisement
Sumber: AntaraNews