Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui skema BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) telah menjadi penopang utama bagi banyak keluarga di Indonesia. Salah satu kisah inspiratif datang dari Marsi (41), seorang ibu asal Bekasi, yang dengan setia mendampingi putranya, Lucky Yudistira Pradita, dalam perjuangan melawan gagal ginjal. Lucky, yang kini berusia remaja, telah menjalani rutinitas cuci darah selama tiga tahun terakhir, sebuah kondisi yang sangat bergantung pada dukungan BPJS PBI.
Lucky didiagnosis menderita gagal ginjal sejak masih duduk di bangku kelas 5 SD, dan sejak SMP ia tidak lagi bisa bersekolah karena fokus pada pengobatannya. Rutinitas pengobatan hemodialisis yang harus dijalani Lucky sejak tahun 2023 menjadi beban finansial yang sangat besar bagi keluarga tanpa adanya jaminan kesehatan. Beruntungnya, BPJS PBI hadir sebagai solusi utama untuk meringankan beban ini.
Marsi mengungkapkan rasa syukurnya atas status kepesertaan BPJS PBI yang aktif kembali setelah sempat nonaktif akibat pemutakhiran data pemerintah. Proses reaktivasi yang cepat memastikan Lucky tidak terhambat dalam mendapatkan layanan kesehatan vitalnya. Kisah ini menjadi bukti nyata bagaimana BPJS PBI memberikan harapan dan dukungan krusial bagi pasien dengan penyakit kronis.
Advertisement
Advertisement
Marsi mengaku tidak sempat merasakan dampak penonaktifan data BPJS PBI karena proses reaktivasi kepesertaan berlangsung cepat. Lucky merupakan salah satu dari sekitar 120 ribu peserta BPJS PBI dengan penyakit kronis yang status kepesertaannya kembali aktif setelah pemutakhiran data pemerintah.
Selama tiga tahun Lucky menjalani pengobatan, Marsi tidak pernah mengalami kendala administrasi yang berarti. Ia menegaskan bahwa semua proses berjalan lancar dan dipermudah, memberikan ketenangan bagi keluarga yang fokus pada kesembuhan anaknya.
Proses administrasi seperti mekanisme rujukan juga berjalan sesuai prosedur tanpa hambatan. Marsi menjelaskan bahwa setiap tiga bulan, ia melakukan perpanjangan rujukan dan selalu mendapatkan kemudahan dalam proses tersebut.
Advertisement
Advertisement
Selain kemudahan administrasi BPJS PBI, Marsi juga merasakan kualitas pelayanan yang baik selama pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Ia mengapresiasi tenaga kesehatan yang mendampingi anaknya, menyebut mereka baik, ramah, dan peduli terhadap pasien.
Meski telah mendapatkan akses layanan kesehatan melalui BPJS PBI, perjuangan Marsi belum berakhir. Kondisi kesehatan Lucky sangat membatasi aktivitasnya, membuatnya tidak bisa bersekolah atau bermain seperti anak-anak seusianya.
Marsi masih menyimpan harapan besar agar putranya bisa lepas dari ketergantungan cuci darah dan kembali menjalani kehidupan normal. Ia berharap Lucky bisa kembali bersekolah dan mengejar cita-citanya, seperti anak-anak lain.
Advertisement
Advertisement
Marsi menyampaikan apresiasi tulus kepada Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah atas jaminan kesehatan yang diterimanya melalui BPJS PBI. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga yang membutuhkan.
Ia berharap pemerintah dapat terus lebih memperhatikan rakyat seperti mereka, memastikan akses kesehatan yang merata dan berkualitas. Marsi juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan, dengan harapan pemerintah semakin jaya selalu.
Sumber: AntaraNews
Advertisement