BPJS Jateng disuntik Rp 940 M untuk bayar tunggakan ke rumah sakit

Selasa, 2 Oktober 2018 01:14 Reporter : Danny Adriadhi Utama
BPJS Jateng disuntik Rp 940 M untuk bayar tunggakan ke rumah sakit BPJS Kesehatan di Malang. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Jawa Tengah dan Yogyakarta mendapatkan suntikan dana Rp 940 miliar dari Kemenkeu. Dana tersebut digunakan untuk bayar tambahan tunggakan klaim ke sejumlah rumah sakit.

"Ada Rp 940 miliar dari Kemenkeu. Dana cashflow dipakai agar rumah sakit dapat berjalan," kata Deputi Direksi BPJS Kesehatan Jateng dan Yogyakarta Aris Jatmiko saat diwawancarai wartawan, Senin (1/10).

Aris menyebut, keterlambatan pembayaran tunggakan maksimal 15 hari. Maka untuk mengatasi tunggakan memakai dana talangan dengan bersinergi antara bank.

"Kami sudah dikenai denda. Jadi kerjasama dengan bank swasta dan BUMN dengan tujuan meminjam dana talangan dengan bunga terjangkau," ujarnya.

Lebih lanjut, ia optimis dengan skema dana talangan bisa memperbaiki pelayanan medis kepada masyarakat luas. Dari puluhan juta penduduk masih terdapat 8 juta jiwa yang belum tersentuh layanan BPJS. Sehingga mendorong 13 kabupaten dan kota untuk genjot JKN dapat 95 persen di tahun depan.

"Saya yakin target tersebut tercapai bila antara kami dengan Pemprov, DPRD kabupaten dan kota bersatu dalam mewujudkan layanan bagi warga miskin," kata Aris Jatmiko. [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. BPJS
  2. BPJS Kesehatan
  3. Semarang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini