Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil langkah proaktif dengan menerapkan dua strategi operasional penting untuk menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya ini dilakukan mengingat ancaman karhutla yang selalu membayangi wilayah tersebut, terutama pada musim kemarau.
Pelaksana Harian Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltim, Sugeng Priyanto, menjelaskan bahwa strategi ini meliputi pemantauan titik panas selama 24 jam penuh dan siaran radio siaga bencana. Kedua pendekatan ini dirancang untuk memberikan informasi terkini serta himbauan kepada masyarakat secara efektif dan cepat.
Selain itu, BPBD Kaltim juga sedang dalam proses penetapan status siaga darurat daerah, sebuah langkah krusial untuk mempercepat mobilisasi sumber daya. Penetapan status ini diharapkan dapat mempermudah akses pencairan anggaran darurat serta mengoptimalkan pengerahan perlengkapan penanggulangan karhutla dari pemerintah pusat.
Advertisement
Advertisement
BPBD Kaltim telah menetapkan dua strategi operasional yang menjadi tulang punggung upaya pencegahan karhutla di seluruh wilayah provinsi. Strategi pertama berfokus pada pemantauan titik panas secara intensif selama 24 jam penuh, memastikan setiap potensi api dapat terdeteksi sedini mungkin. Pemantauan ini krusial untuk memberikan respons cepat sebelum api membesar dan sulit dikendalikan.
Strategi kedua melibatkan pemanfaatan siaran radio siaga bencana sebagai medium komunikasi utama dengan masyarakat. Melalui siaran ini, BPBD Kaltim secara rutin menyampaikan pembaruan data terkini mengenai kondisi cuaca dan potensi karhutla, sekaligus memberikan himbauan penting kepada warga. "Strategi pertama, pemantauan 24 jam titik panas. Kemudian yang kedua adalah melakukan siaran radio siaga bencana untuk memberikan pembaruan data serta himbauan kepada masyarakat," kata Sugeng Priyanto di Samarinda, Minggu.
Pendekatan ganda ini menunjukkan komitmen BPBD Kaltim dalam mengintegrasikan teknologi pemantauan dengan komunikasi publik yang efektif. Tujuannya adalah membangun kesadaran kolektif dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla. Dengan demikian, diharapkan ancaman karhutla dapat diminimalisir secara signifikan.
Advertisement
Advertisement
Dalam menghadapi ancaman karhutla yang terus meningkat, BPBD Kaltim sedang memproses penetapan status siaga darurat daerah. Langkah ini sangat vital untuk memungkinkan mobilisasi sumber daya yang lebih cepat dan efisien. Status siaga darurat akan membuka jalan bagi bantuan dari pemerintah pusat, termasuk pengerahan helikopter patroli udara yang sangat dibutuhkan untuk pemantauan dan pemadaman dari udara.
Sugeng Priyanto menjelaskan bahwa percepatan status siaga darurat ini akan mempermudah akses pencairan anggaran darurat. Ketersediaan anggaran yang cepat sangat penting untuk mendukung operasional penanggulangan karhutla yang membutuhkan respons segera. Selain itu, status ini juga memaksimalkan pengerahan perlengkapan penanggulangan karhutla dari tingkat nasional ke daerah, memastikan Kaltim memiliki peralatan yang memadai.
Dengan adanya status siaga darurat, diharapkan koordinasi antarlembaga dan ketersediaan logistik dapat ditingkatkan secara signifikan. Hal ini akan memperkuat kapasitas BPBD Kaltim dalam merespons insiden karhutla secara komprehensif. Kesiapan ini menjadi kunci untuk melindungi hutan dan lahan dari kerusakan parah akibat kebakaran.
Advertisement
Advertisement
Berdasarkan hasil kajian risiko bencana terbaru, BPBD Kaltim telah mengidentifikasi lima kabupaten dengan potensi karhutla yang sangat tinggi. Kabupaten-kabupaten tersebut meliputi Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Berau. Fokus penanggulangan akan lebih diintensifkan di wilayah-wilayah ini untuk mengurangi risiko kebakaran yang merugikan.
"Berdasarkan hasil kajian risiko bencana terbaru, kami menyoroti lima kabupaten berpotensi tinggi karhutla yakni Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Berau," sebut Sugeng. Penanggulangan bencana karhutla ini dipastikan berbasis kolaborasi lintas sektor yang kuat. Kolaborasi ini menyatukan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, korporasi, kelompok masyarakat, unsur akademisi, hingga media massa, untuk bekerja sama.
Pendekatan kolaboratif ini bertujuan untuk menciptakan sinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan solusi yang dihasilkan akan lebih komprehensif dan berkelanjutan. Sinergi ini juga penting untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.
Advertisement
Advertisement
BPBD Kaltim tidak hanya mengandalkan upaya pemerintah, tetapi juga menggerakkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk kalangan pengusaha perkebunan dan kehutanan. Para pengusaha ini diarahkan untuk berkontribusi langsung dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Keterlibatan sektor swasta diharapkan dapat menambah kekuatan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, masyarakat lokal juga didorong untuk membangun kemandirian melalui Program Desa Tangguh Bencana. Program ini memberdayakan komunitas di tingkat desa untuk memiliki kesiapan dan kapasitas dalam menghadapi bencana, termasuk karhutla. Kemandirian masyarakat menjadi fondasi penting dalam mitigasi bencana yang efektif.
Untuk respons cepat, personel Tim Reaksi Cepat (TRC) telah disiagakan di sepuluh kabupaten dan kota untuk melakukan kaji krisis secara sigap. Kesiapan stok logistik seperti makanan dan kebutuhan khusus bayi juga telah dipastikan aman melalui skema penyaluran bantuan bertajuk Program Kaltim Peduli Bencana. "Kami mengingatkan seluruh elemen masyarakat di wilayah Kaltim untuk memegang teguh filosofi mitigasi yaitu kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita," ucap Sugeng.
Advertisement
Sumber: AntaraNews