BMKG Ungkap Penyebab Gempa Gayo Lues M 3,9: Aktivitas Sesar Besar Sumatra

BMKG menjelaskan gempa bumi dangkal berkekuatan M 3,9 di Gayo Lues disebabkan oleh aktivitas Sesar Besar Sumatra. Ketahui detail lokasi dan dampaknya di sini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BMKG Ungkap Penyebab Gempa Gayo Lues M 3,9: Aktivitas Sesar Besar Sumatra
BMKG menjelaskan gempa bumi dangkal berkekuatan M 3,9 di Gayo Lues disebabkan oleh aktivitas Sesar Besar Sumatra. Ketahui detail lokasi dan dampaknya di sini. (AntaraNews)

Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 3,9 mengguncang wilayah Gayo Lues, Provinsi Aceh, pada Kamis malam, 25 Desember, pukul 21:06:46 WIB. Kejadian ini menarik perhatian publik karena lokasinya yang berada di darat dan kedalamannya yang dangkal.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) segera memberikan penjelasan resmi terkait fenomena alam ini. Menurut analisis BMKG, gempa tersebut merupakan akibat dari aktivitas Sesar Besar Sumatra pada segmen Oreng.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. BMKG menegaskan pentingnya hanya merujuk pada sumber informasi resmi yang telah disediakan.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah I, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis mendalam, episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 4.14° LU dan 97.48° BT. Lokasi tepatnya berada di darat, sekitar 24 kilometer Timur Laut Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Kedalaman hiposenter gempa tercatat sangat dangkal, yaitu hanya 2 kilometer. Kedalaman yang minim ini menjadi salah satu faktor mengapa getaran gempa dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar lokasi.

Penentuan lokasi dan kedalaman ini sangat krusial untuk memahami karakteristik gempa. Data ini membantu BMKG dalam mengidentifikasi potensi dampak serta memberikan informasi yang akurat kepada publik.

BMKG secara tegas menyatakan bahwa gempa bumi yang terjadi di Gayo Lues ini merupakan jenis gempa bumi dangkal. Penyebab utamanya adalah aktivitas yang signifikan pada Sesar Besar Sumatra, khususnya di segmen Oreng.

Sesar Besar Sumatra adalah patahan aktif yang membentang sepanjang Pulau Sumatra dan seringkali menjadi pemicu gempa bumi di wilayah tersebut. Aktivitas di segmen Oreng kali ini menghasilkan pelepasan energi yang menyebabkan guncangan.

Berdasarkan laporan dari masyarakat setempat, getaran gempa dirasakan di daerah Gayo Lues dan Aceh Tamiang. Intensitas getaran tercatat pada skala II-III MMI, yang berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seolah-olah ada truk besar yang melintas.

Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau infrastruktur sebagai dampak langsung dari gempa bumi tersebut. BMKG terus memantau situasi pascagempa.

Hingga pukul 21:34 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa belum ada kejadian gempa bumi susulan yang signifikan. Kondisi ini memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat yang terdampak.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Penyebaran hoaks dapat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Untuk memastikan keakuratan informasi, masyarakat diminta untuk selalu merujuk pada kanal komunikasi resmi BMKG. Informasi valid dapat diakses melalui berbagai platform yang telah terverifikasi, antara lain:

Dengan mengikuti imbauan ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar dan akurat mengenai perkembangan situasi gempa bumi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi