Blak-blakan Menkes Budi Gunadi Ungkap Alasan Indonesia Terima Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates

Bill Gates menjadikan Indonesia salah satu tempat uji coba vaksin Tuberkulosis atau TBC.

Alma Fikhasari
Oleh Alma Fikhasari - Reporter
Blak-blakan Menkes Budi Gunadi Ungkap Alasan Indonesia Terima Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates
Presiden Prabowo Subianto dan Bill Gates secara mendadak meninjau Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 03 Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/5), mengevaluasi langsung dampak positif program tersebut bagi anak Indonesia. (Planet Merdeka)

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, terkait rencana pendiri Microsoft sekaligus tokoh filantropi dunia, Bill Gates menjadikan Indonesia salah satu tempat uji coba vaksin Tuberkulosis atau TBC.

Dia mengatakan, adanya vaksin sangat penting untuk TBC. Sebab, TBC menjadi salah satu penyakit yang menelan banyak korban jiwa.

"Semua penyakit menular yang pernah menyerang kita secara drastis seperti cacar, covid itu bisa berhenti karena ada vaksin, bukti ilmiahnya. Jadi vaksin itu sangat dibutuhkan untuk bisa mengurangi penyakit menular," kata Budi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/5)

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, alasan Indonesia secara khusus tertarik menjadi lokasi uji klinis. Menurutnya ada sejumlah keuntungan yang bisa didapatkan.

"Kenapa Indonesia tertarik untuk menjadi tempat clinical trial level 3? Karena dengan kita lakukan clinical trial level 3, kita bisa tahu lebih dulu kecocokannya dengan orang kita. Karena itu tergantung genetiknya juga," jelasnya.

"Yang kedua, kita bisa mendapatkan akses terhadap teknologi vaksin ini. Karena ilmuwan-ilmuwan kita kan dilibatkan. Ini kerjasama dengan Unpad dan Universitas Indonesia. Yang ketiga, kita sekaligus bisa menegosiasi nanti kalau ini sudah jadi, kita bisa lakukan produksinya lebih cepat di Bio Farma di Indonesia," sambung dia.

Budi menyebut, jika pembahasan vaksin TBC sudah berlangsung. Dengan melibatkan tim dari Universitas Padjajaran (Unpad) dan Universitas Indonesia.

"Clinical trialnya sudah jalan dan sudah dilakukan oleh tim dari UI dan dari Universitas Padjajaran untuk melakukan klinical trial 3," imbuh Budi.

Rekomendasi