Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bintang porno asing sukses dongkrak penonton film horor

Bintang porno asing sukses dongkrak penonton film horor Vicky Vette. merdeka.com/wikimedia.org

Merdeka.com - Mengajak bintang porno kelas dunia untuk main di film horor seakan menjadi tren. Tentu, ketenaran mereka ini dimanfaatkan untuk mendorong pencinta film agar datang dan menyaksikan 'aksi' bintang itu di layar bioskop. Tapi jangan harapkan film yang berkualitas. Jalan cerita tak akan lebih dari seputar paha dan dada artis panas tersebut.

Sejumlah nama besar di dunia pornografi, mulai dari bintang porno asal Jepang, Rin Sakuragi bermain dalam film Suster Keramas I. Sejak dirilis pada 31 Desember 2009, nama Rin berhasil mendongkrak penjualan tiket hingga 800 ribu lembar. Sukses itu terjadi di saat film lokal lain hanya dapat menjual 300 ribu tiket saja.

Sukses itu membuat Maxima Pictures, selaku produser film kembali meluncurkan sekuel film tersebut. Tak hanya itu, mereka juga mengajak bintang porno Jepang lainnya, Sora Aoi untuk berperan dalam Suster Keramas II. Sayang, kehadiran Sora tak sesukses film pertama mereka saat dirilis pada 21 April 2011.

Maxima Pictures pula yang berhasil mengundang bintang porno asal Jepang, Maria Ozawa dalam Menculik Miyabi. Kehadiran wanita yang dikenal Miyabi ini mengundang banyak penolakan dari kalangan tokoh agama. Tapi, protes itu tak digubris dan tetap diluncurkan pada 6 Mei 2010.

Beda dengan film lainnya, Menculik Miyabi tidak ber-genre horror, film ini berjenis drama komedi yang diperankan oleh Ricky Harun.

Seakan tidak bosan, Maxima Pictures justru kembali mengajak Vicky Vette untuk ikut bermain bersama Dewi Perssik dalam film Pacar Hantu Perawan. Sama seperti film horor garapan mereka, beberapa scene di dalamnya diwarnai adegan buka-bukaan.

Tak ingin ketinggalan, K2K Production yang dimiliki KK Dheraj ini tertarik membawa bintang porno dalam filmnya. Mereka turut mengajak Terra Patrick dalam Rintihan Kuntilanak Perawan dan Sasha Grey dalam Pocong Mandi Goyang Pinggul. Kedua wanita ini merupakan bintang film porno top asal AS. Konon mereka dibayar hingga miliaran rupiah.

Untuk urusan judul, KK Dheraj mengaku tak ingin ambil pusing dalam film mereka. Bahkan, dia mengaku sengaja menonjolkan adegan sensual dalam filmnya untuk menggaet penonton.

"Saya kalau nggak bandel, film saya tidak laku," tegas KK, di sela-sela promosi film Rayuan Arwah Penasaran pada 19 Mei 2010 lalu.

Secara gamblang, Dheraj juga menyebut semua filmnya sudah lolos dari Lembaga Sensor Film (LSF). "Saya tidak pernah menantang (LSF). Film-film saya lolos sensor semua. Tanpa mereka (LSF) saya juga tidak bisa apa-apa," katanya saat itu.

Maka tanpa plot yang jelas dan tanpa pesan moral, pocong, kuntilanak dan gadis sensual akan terus beraksi di layar lebar. Entah sampai kapan. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP