Aktor muda berbakat, Angga Yunanda, baru-baru ini menceritakan pengalaman tak terlupakan selama proses syuting film terbarunya, “Para Perasuk”. Dalam film garapan sutradara Wregas Bhanuteja ini, Angga memerankan karakter Bayu, seorang perasuk yang bertugas mencari roh. Ia menghadapi berbagai tantangan fisik dan emosional yang menguji batas kemampuannya.
Angga menyampaikan kisah di balik layar tersebut saat temu media usai pratayang film “Para Perasuk” di Jakarta, Selasa, 14 April 2026. Salah satu adegan yang paling berkesan dan menantang baginya adalah ketika harus merayap di atas tanah. Adegan ini menuntutnya untuk berinteraksi langsung dengan kondisi alam yang tidak selalu bersahabat.
Tantangan ini tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga berdampak pada kesehatannya. Debu yang beterbangan saat merayap seringkali masuk ke hidungnya, menyebabkan sesak napas. Pengalaman ini memberikan Angga Yunanda pemahaman mendalam tentang dedikasi yang diperlukan dalam dunia akting.
Advertisement
Advertisement
Angga Yunanda mengungkapkan bahwa adegan merayap di tanah menjadi salah satu bagian tersulit dalam proses syuting “Para Perasuk”. Kontur tanah yang tidak rata serta debu yang bertebaran di lokasi syuting menjadi hambatan utama. Ia harus berulang kali melakukan adegan tersebut, yang mengakibatkan debu masuk ke hidung dan menyebabkan sesak napas.
Selain adegan merayap, Angga juga menghadapi tantangan fisik lain yang tak kalah berat. Ia harus berlari berkali-kali mengelilingi area yang sangat luas. Adegan ini merupakan bagian dari pencarian roh antara kera, macan, dan lintah yang dilakukan oleh karakternya, Bayu.
Area lari yang dimaksud Angga memiliki ukuran yang cukup besar, bahkan disebutnya setara dengan dua kali lapangan padel. Intensitas adegan ini menuntut stamina prima dan ketahanan fisik yang luar biasa dari Angga Yunanda, menambah daftar tantangan yang harus dihadapinya selama syuting film Para Perasuk.
Advertisement
Advertisement
Lebih dari sekadar tantangan fisik, Angga Yunanda juga mengaku sangat tersentuh saat mendalami perjalanan karakter Bayu. Ia melihat Bayu sebagai representasi perjuangan meraih mimpi di tengah segala keterbatasan. Karakter ini berusaha keras untuk mencapai tujuannya, yang pada awalnya adalah ambisi, namun lambat laun berubah menjadi obsesi.
Perubahan ambisi menjadi obsesi ini menuntut Bayu untuk mengorbankan banyak hal dalam hidupnya. Angga merasa terhubung dengan emosi dan dilema yang dialami Bayu, menjadikannya pengalaman akting yang mendalam. Pendalaman karakter ini memberikan dimensi emosional yang kuat pada penampilan Angga Yunanda di film Para Perasuk.
Advertisement
Film “Para Perasuk” sendiri mengeksplorasi kisah pencarian obsesif seorang pemuda untuk menjadi perantara roh. Latar belakang cerita ini semakin kompleks dengan adanya ancaman kekuatan dari luar yang mengintai desa tempat Bayu tinggal. Konflik antara tradisi, ambisi pribadi, dan kekuatan supernatural menjadi inti cerita film ini.
Film “Para Perasuk” dibintangi oleh sejumlah nama besar di industri perfilman Indonesia, termasuk Maudy Ayunda, Anggun C. Sasmi, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan. Film ini dijadwalkan akan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026, menjanjikan tontonan yang penuh ketegangan dan drama.
Sumber: AntaraNews
Advertisement