Berkas lengkap, Ramadhan Pohan segera diadili dalam kasus penipuan

Rabu, 23 November 2016 19:03 Reporter : Yan Muhardiansyah
Berkas lengkap, Ramadhan Pohan segera diadili dalam kasus penipuan Diskusi keamanan Politik dan Teknologi Informasi. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, segera diadili. Berkas perkara dugaan penipuan dan penggelapan yang membelitnya sudah dinyatakan lengkap (P21).

"Penetapan bahwa berkas tersebut lengkap atau P21 pada hari ini, Rabu (23/11). Selanjutnya penuntut umum menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti," kata Bobbi Sandri, Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara (Kejati Sumut).

Saat ditanya apakah akan ada penahanan setelah penyidik Polda Sumut menyerahkan tersangka ke Kejati Sumut, Bobbi menyatakan, belum bisa memastikannya. Menurut dia, penuntut umum tentu memiliki pertimbangan sendiri terkait kebijakan itu.

Sejak penyidikan kasus dugaan penipuan dan penggelapan di Polda Sumut, Ramadhan Pohan tidak ditahan. Dia hanya sempat dijemput penyidik Polda Sumut ke Jakarta, setelah dua kali mangkir dari panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan Rp 4,5 miliar.

Ramadhan tiba di Polda Sumut, Selasa (19/7) sekitar pukul 24.00 WIB atau Rabu (20/7) pukul 00.00 WIB dini hari.

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang menjerat Ramadhan Pohan ini berawal dari pinjam-meminjam. Dia meminjam Rp 4,5 miliar dari Laurenz Hanry Hamonangan Sianipar, pada 8 Desember 2014 sore, sehari menjelang pelaksanaan Pilkada Kota Medan, 9 Desember 2015.

Ramadhan berjanji mengembalikan uang Rp 4,5 miliar itu dalam waktu seminggu dengan imbalan uang Rp 400 juta. Sebagai jaminan dia menyerahkan cek kontan senilai Rp 4,5 miliar.

Peminjaman ini melalui proses dan melibatkan perantara Linda Panjaitan. Perempuan ini menerima uang tunai di Bank Mandiri Jalan Imam Bonjol Medan, kemudian menyerahkannya ke Ramadhan Pohan.

Sekitar seminggu berlalu, Ramadhan tidak juga membayar. Laurenz mencoba mencairkan cek yang menjadi jaminan, namun ternyata dananya tidak cukup. Saldo sejak rekening dibuka hanya Rp 10 juta.

Setelah ditagih, Ramadhan terus mengelak. Laurenz pun mengadukan kasus itu ke Polda Sumut. Ramadhan Pohan kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Namun dia mangkir setelah dua kali dipanggil. Penyidik kemudian menjemputnya dan menerbitkan surat penangkapan.

Selain laporan Laurenz, masih ada 1 lagi laporan penipuan yang dituduhkan kepada Ramadhan tengah didalami penyidik. Laporan itu dibuat RH br Simanjuntak, yang merupakan ibu dari LHH Sianipar. Perempuan ini mengaku ditipu Rp 10,8 miliar. [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini