Bea Cukai Banda Aceh mengambil langkah cepat dengan memberikan layanan khusus terhadap berbagai barang bantuan kemanusiaan yang datang dari luar negeri. Kebijakan ini diterapkan untuk mendukung percepatan penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Layanan istimewa ini diharapkan dapat memastikan bantuan segera sampai kepada para korban yang membutuhkan.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto, menegaskan bahwa fasilitas khusus ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap upaya pemerintah daerah. Penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh memerlukan respons cepat dari berbagai pihak. Kondisi ini menuntut sinergi antarlembaga untuk mengatasi dampak buruk yang ditimbulkan.
Sebelumnya, Bea Cukai Banda Aceh telah memberikan asistensi serupa untuk bantuan medis dari Malaysia yang tiba pada Jumat (29/11) malam. Bantuan tersebut berupa 82 karton peralatan medis beserta tim dokter. Kedatangan bantuan ini menunjukkan solidaritas internasional terhadap masyarakat Aceh yang terdampak parah.
Advertisement
Advertisement
Bea Cukai Banda Aceh secara proaktif memberikan layanan khusus yang mencakup pemeriksaan dan pengurusan fasilitas kepabeanan yang dipercepat. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada hambatan birokrasi yang memperlambat masuknya bantuan kemanusiaan. "Layanan khusus berupa pemeriksaan dan pengurusan fasilitas kepabeanan dipercepat. Layanan khusus ini sesuai dukungan yang diminta pemerintah Aceh," kata Bier Budy Kismulyanto.
Asistensi penuh yang diberikan oleh Bea Cukai meliputi pembebasan pungutan impor, percepatan proses pemeriksaan barang, hingga koordinasi lintas instansi. Hal ini bertujuan agar tim dokter dan peralatan medis dapat segera bergerak menuju wilayah terdampak. Komitmen ini menunjukkan keseriusan dalam penanganan bencana.
Pihak Bea Cukai berkomitmen untuk terus berada di garda terdepan dalam membantu kelancaran arus bantuan. Mereka memastikan bahwa setiap bantuan kemanusiaan dapat mencapai tujuannya dengan efisien. "Kami berkomitmen terus hadir di garda terdepan membantu kelancaran arus bantuan kemanusiaan demi pemulihan Aceh secepat mungkin," tambahnya.
Advertisement
Advertisement
Provinsi Aceh saat ini berada dalam status tanggap darurat bencana menyusul serangkaian bencana hidrometeorologi, yaitu banjir dan longsor, yang melanda hampir seluruh wilayah. Gubernur Aceh Muzakir Manaf telah menetapkan status ini untuk mempercepat mobilisasi logistik dan evakuasi. Keputusan ini penting untuk mengkoordinasikan berbagai upaya penanganan.
Status tanggap darurat ini berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 28 November 2025 hingga 11 Desember 2025. Penetapan ini diharapkan dapat mempercepat respons dan dukungan lintas lembaga dalam menangani bencana. Bencana tersebut telah meluas di berbagai daerah, memerlukan penanganan terpadu.
Bencana banjir dan longsor telah terjadi sejak 18 November 2025, berdampak pada masyarakat di 16 dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Berdasarkan laporan BNPB, bencana ini telah menelan 35 korban jiwa, 25 orang dinyatakan hilang, dan delapan orang terluka. Selain itu, sebanyak 4.846 keluarga terpaksa mengungsi akibat dampak parah dari bencana ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews