Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bayar lunas, jemaah umrah tak kunjung diberangkatkan First Travel

Bayar lunas, jemaah umrah tak kunjung diberangkatkan First Travel Jemaah Haji. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Ratusan jemaah umrah program promo PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) terancam batal berangkat ke Tanah Suci. Alasannya, hingga saat ini, tidak ada kejelasan dari pihak First Travel terkait tanggal keberangkatan.

Salah satu jemaah, Mulyana (50) mengatakan program promo yang ia ambil berlaku untuk tahun ini. Lantas, ia pun sudah melunasi pembayaran sejak Januari 2016 lalu sebesar Rp 14,5 juta.

"Kami sudah membayar sejak Januari 2016 dengan cara diangsur dua kali," ujarnya kepada merdeka.com di Jakarta, Kamis (20/4).

Mulyana menjelaskan, paket promo yang ia ambil berlaku selama satu tahun, dengan ketentuan membayar Januari 2016 dan akan diberangkatkan Januari 2017 atau satu tahun kemudian.

Namun, di tengah jalan First Travel memberitahukan penundaan pemberangkatan hingga Maret 2017. Alasannya, pemutusan kontrak dengan pihak maskapai penerbangan Tanah Air. Kendati demikian, travel haji dan umroh milik desainer Annisa Hasibuan ini sudah memberikan perlengkapan jemaah seperti koper dan seragam keberangkatan.

Waktu berlalu, tahun berganti. Tiba saat pemberangkatan yang dijanjikan yakni Maret 2017, jemaah kembali harus menggigit jari. Dengan entengnya, First Travel lagi-lagi menunda pemberangkatan hingga Mei 2017.

Kali ini, pihak travel malah memberikan persyaratan. Jika jemaah ingin diberangkatkan di bulan Mei 2017 maka diharuskan membayar Rp 2,5 juta. Jika tidak, jemaah akan diberangkatkan usai Ibadah Haji pada November dan Desember 2017 mendatang.

Mengetahui hal itu, para jemaah pun naik pitam.

"Kami keberatan. Karena sudah menunggu lama. Kalau nambah uang lagi lebih baik kami pakai program reguler," protesnya.

Selain itu, pihak First Travel memberikan opsi lain berupa pengembalian uang jemaah sebesar 100 persen. Namun, pengembaliannya menunggu 30 hari hingga 90 hari.

"Yang jelas kami minta kejelasan pemberangkatan," pungkasnya.

Merdeka.com mencoba mendatangi kantor pihak travel di Gedung GKM Tower lantai 16 Jl. T. B. Simatupang No 89G, Kebagusan, Pasar Minggu Jakarta Selatan. Sayang kantor berupa ruko 2 lantai dan bertuliskan 'agen First Travel' itu minim petugas. Hanya ada 2 oragn petugas perempuan yang sama sekali tidak bisa memberikan kepastian.

"Kita juga sedang menunggu keputusan rapat dari pusat. Jadi belum tahu akan diberangkatkan kapan," singkat petugas yang enggan disebutkan namanya itu. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP