Banyak Pendaki Jatuh, Gunung Rinjani Ditutup Sementara untuk Perbaikan SOP Pendakian dan Evakuasi

Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) ditutup sementara buntut banyak insiden pendaki jatuh.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Banyak Pendaki Jatuh, Gunung Rinjani Ditutup Sementara untuk Perbaikan SOP Pendakian dan Evakuasi
Wisatawan Swiss Kecelakaan di Jalan Menuju Danau di Gunung Rinjani, Alami Pendarahan dan Dibawa ke Rumah Sakit. foto: dok. Kemenhut (© 2025 Liputan6.com)

Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) ditutup sementara buntut banyak insiden pendaki jatuh. Menko Politik dan Keamanan (Polkam) Budi Gunawan menyatakan pemerintah bakal mengevaluasi total perbaikan SOP pendakian selama Gunung Rinjani ditutup.

Budi Gunawan mengungkapkan, keputusan menutup Gunung Rinjani itu setelah rapat bersama Basarnas, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, TNI, Polri, Pemerintah Provinsi NTB, Dinas Pariwisata, dan pemangku kepentingan lainnya.

"Kami telah melaksanakan rapat koordinasi untuk merespons rentetan insiden jatuhnya pendaki di jalur Gunung Rinjani dalam beberapa minggu terakhir. Sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk melindungi keselamatan pendaki dan memastikan standar keamanan yang lebih baik, disepakati langkah tersebut (penutupan sementara)," kata Budi dalam siaran pers tertulis diterima, Sabtu (19/7).

Eks kepala BIN tersebut menyatakan, selama masa penutupan, pemerintah akan dilakukan perbaikan SOP pendakian dan SOP evakuasi darurat agar lebih responsif dan efektif dalam kondisi ekstrem.

"Dilaksanakan perbaikan fasilitas keamanan dan sarana darurat di sepanjang jalur pendakian," jelas Budi.

Pihaknya juga akan melakukan verifikasi kelayakan oleh Basarnas, TNI-Polri, dan Tim Mountaineering Indonesia sebelum jalur dibuka Kembali.

"Pembukaan hanya dilakukan setelah semua pihak menyatakan jalur aman dan layak digunakan," tegas dia.

Budi mengimbau, masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi keputusan ini demi keselamatan bersama, serta mengapresiasi kerja sama seluruh pihak dalam upaya meningkatkan tata kelola dan mitigasi risiko di Gunung Rinjani.

"Penekanan keselamatan jiwa pendaki adalah prioritas. Jalur hanya dibuka kembali jika seluruh standar keamanan telah terpenuhi melalui koordinasi lintas instansi.

"Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani atau Posko Basarnas setempat," tutup Budi.

Rekomendasi