Bantah Novel Baswedan Partisan Gerindra, KPK Minta Tak Diseret ke Politik Praktis

Senin, 1 April 2019 20:31 Reporter : Merdeka
Bantah Novel Baswedan Partisan Gerindra, KPK Minta Tak Diseret ke Politik Praktis Gedung KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, memastikan tidak ada satupun pimpinan hingga pegawai berafiliasi dengan partai politik tertentu. Pernyataan itu menyikapi isu menyebut penyidik senior KPK Novel Baswedan adalah partisan Partai Gerindra.

"KPK mulai dari unsur pimpinan sampai pada unsur pegawai memastikan tidak akan terkait pada kelompok politik praktis mana pun," tutur Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (1/4).

Febri meminta partai tidak menyeret KPK masuk ke dalam politik praktis. Seharusnya, kata Febri, mereka sadar upaya tersebut melemahkan KPK.

"Jangan tarik KPK ke isu politik praktis karena itu hanya akan merugikan upaya pemberantasan korupsi kita," jelas dia.

Lebih lanjut, Febri menyebut bahwa Novel Baswedan sendiri sudah menepis isu tersebut. "Novel juga sudah clear mengatakan bahwa informasi-informasi tersebut tidak benar," lanjutnya.

Daripada menguatkan isu tersebut, seharusnya berbagai pihak turut andil menyuarakan pengusutan pidana penyerangan yang dialami Novel Baswedan. Dibandingkan menyeret namanya ke pusaran politik praktis dan malah merugikan pengungkapan teror yang dialami para penyidik KPK.

"Yang harus kita ingat sebenernya sekarang adalah hampir dua tahun penyerang Novel belum ditemukan. Ini yang lebih penting diupayakan agar teror-teror terhadap penegak hukum tersebut tidak kemudian ditutupi oleh isu-isu yang tidak substansial," Febri menandaskan.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta Pane mengatakan, KPK perlu mengklarifikasi adanya isu jika penyidiknya, Novel Baswedan bukan partisan partai. Hal itu penting, agar komisi anti rasuah ini tidak dicap sebagai tunggangan politik.

"Karena ini menyangkut independensi KPK," kata Neta lewat siaran pers diterima, Senin (1/4).

Selain masukan pada KPK, IPW juga menyarankan agar Polri bisa mendata penyidiknya yang bertugas di KPK. Hal ini dikarenakan, IPW mengendus indikasi kelompok partisan para penyidik Polri yang merasuk tubuh KPK.

"Bila benar (ada), maka Polri perlu menarik anggotanya itu, sebab pemihakan pada partai tertentu melanggar netralitas di Pilpres 2019," jelas Neta.

Sebelumnya, isu Novel Baswedan sebagai "orang" Gerindra muncul setelah Jubir Badan Pemenangan Nasional Prabowo Sandi, Andre Rosiade mengatakan, jika Prabowo menang di Pilpres 2019, Novel atau Bambang Widjojanto akan menjadi Jaksa Agung. Senada, Waketum Gerindra Fadli Zon juga pun menyebut penyidik senior KPK itu sudah lama dekat dengan Prabowo.

"Pernyataan para tokoh itu harus disikapi pimpinan KPK agar independensi lembaga itu tetap terjaga. Sehingga KPK tidak diperalat kekuatan partai politik," tegas Neta.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Novel Baswedan
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini