Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono membantah Istana Kepresidenan Jakarta sempat terendam banjir. Dia menyebut, kejadian itu hanya genangan karena air yang masuk drainase.
"Air yang mau masuk drainase," kata Basuki kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/2).
Basuki mengaku langsung menuju Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, pukul 06.00 WIB untuk meninjau lokasi yang dikabarkan banjir. Dari situ dia memastikan tidak ada banjir di Istana Presiden.
"Di mana banjirnya? Tidak ada. Saya jam 06.00 WIB di sini," ujarnya.
Basuki memastikan pompa milik Kementerian PUPR yang ada di Istana bekerja dengan baik. Sehingga, Istana aman dari banjir meski curah hujan yang mengguyur Jakarta cukup tinggi sejak Senin (24/2) malam.
"Pompa saya kan saya siapin dua disini. Aman," ucapnya.
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Selasa dini hari hingga pagi menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan. Tidak terkecuali wilayah sekitar istana kepresidenan yang juga tergenang air.
Hal itu diketahui dari video dan foto yang diberikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Dia menjelaskan foto dan video tersebut diambil oleh petugas istana Kepresidenan.
"Istana Banjir, itu foto dan video dari petugas Istana," tutur Pramono kepada wartawan.
Dalam foto tersebut tampak air menggenang disekitar masjid yang berada diarea dalam Istana. Sementara dalam video juga terlihat air menggenang dilorong bagian luar istana.
Namun ketika dikonfirmasi kembali, sekitar pukul 7.00 WIB, air genangan sudah surut. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.
Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com