Banjir Rendam Ribuan Hektare Ladang, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Panen

Banjir parah pada akhir November 2025 menyebabkan ribuan hektare ladang di Aceh Timur terendam, mengancam petani dengan kerugian besar dan potensi gagal panen. Simak dampak lengkapnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir Rendam Ribuan Hektare Ladang, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Panen
Banjir parah pada akhir November 2025 menyebabkan ribuan hektare ladang di Aceh Timur terendam, mengancam petani dengan kerugian besar dan potensi gagal panen. Simak dampak lengkapnya. (AntaraNews)

Ribuan hektare ladang warga di Kabupaten Aceh Timur mengalami gagal panen. Hal ini terjadi akibat terendam banjir parah yang melanda wilayah tersebut.

Bencana banjir ini dilaporkan terjadi pada akhir November 2025. Lokasi terdampak sebagian besar berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai di Kabupaten Aceh Timur.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur melaporkan kejadian ini. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, menyampaikan bahwa air merendam tanaman selama beberapa hari, menyebabkan kerusakan parah dan berujung pada potensi gagal panen signifikan.

BPBD Aceh Timur mencatat setidaknya 1.479 hektare ladang warga gagal panen. Angka ini masih bersifat sementara dan dapat bertambah seiring proses verifikasi di lapangan.

Ladang-ladang yang terdampak bencana hidrometeorologi ini sebagian besar ditanami tanaman pangan. Sektor pertanian merupakan sumber penghasilan utama bagi masyarakat setempat, sehingga kerugian ini sangat memukul perekonomian lokal.

Menurut Syahrizal Fauzi, kerusakan pada ladang tersebut tidak hanya berdampak pada hasil panen saat ini. Kondisi ini juga berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi petani dalam beberapa bulan ke depan.

Mulyadi, salah satu warga terdampak bencana, mengaku mengalami kerugian besar akibat banjir. Tanaman yang sudah hampir panen kini rusak dan membusuk karena terendam air.

Ia menjelaskan bahwa air naik dengan cepat, menyebabkan ladang mereka langsung terendam. Tanaman yang telah dirawat berbulan-bulan menjadi rusak total dan tidak bisa diselamatkan.

Kekhawatiran akan tidak adanya hasil panen kali ini sangat dirasakan oleh para petani. Mereka berharap ada bantuan untuk mengatasi kondisi sulit ini dan memulai kembali aktivitas pertanian mereka.

Selain kerusakan tanaman, banjir juga menyisakan lumpur dan sampah di area ladang. Kondisi ini membutuhkan waktu dan biaya tambahan untuk membersihkannya sebelum dapat kembali diolah.

Setelah air surut pun, ladang tidak bisa langsung ditanami lagi. Banyak lumpur dan tanaman mati yang harus dibersihkan secara menyeluruh sebelum pengolahan lahan dapat dilakukan.

BPBD terus berkoordinasi dengan keuchik atau kepala desa dan petugas di lapangan. Tujuannya untuk memastikan data yang didapat benar dan akurat mengenai dampak nyata yang dialami masyarakat.

Fokus utama BPBD adalah memastikan kondisi masyarakat. Mereka juga mendata dampak nyata yang dialami oleh para petani di Aceh Timur agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi