Banjir Lubuk Besar Bangka Tengah Rendam 56 Rumah, Diduga Akibat Penambangan Timah

Puluhan rumah di Kecamatan Lubuk Besar, Bangka Tengah, terendam banjir setinggi separuh badan, diduga kuat akibat aktivitas penambangan timah yang mengubah alur sungai.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir Lubuk Besar Bangka Tengah Rendam 56 Rumah, Diduga Akibat Penambangan Timah
Puluhan rumah di Kecamatan Lubuk Besar, Bangka Tengah, terendam banjir setinggi separuh badan, diduga kuat akibat aktivitas penambangan timah yang mengubah alur sungai. (AntaraNews)

Sebanyak 56 rumah warga di Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terendam banjir pada Sabtu (10/1) dengan ketinggian air mencapai separuh badan rumah. Bencana ini melanda dua desa terparah, yakni Desa Lubuk Pabrik dan Desa Lubuk Lingkuk, menyebabkan kerugian signifikan bagi masyarakat setempat. Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah segera mengambil langkah penanganan darurat untuk membantu warga terdampak.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, mengungkapkan bahwa banjir parah ini diduga kuat dipicu oleh penyimpangan atau pembelokan alur air. Perubahan alur air tersebut diyakini merupakan dampak dari aktivitas penambangan bijih timah yang berlangsung di sekitar lokasi kejadian. Kondisi ini tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga memutus akses jalan utama di wilayah tersebut, menghambat mobilitas warga dan bantuan.

Menanggapi situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah telah mengerahkan dua unit alat berat jenis ekskavator. Alat berat tersebut digunakan untuk menormalisasi alur sungai yang meluap serta memperlebar bagian sungai yang menyempit. Selain itu, warga terdampak banjir Lubuk Besar juga telah dievakuasi ke Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Lubuk Besar, di mana dapur umum disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi mereka.

Penanganan darurat di lokasi banjir Lubuk Besar terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Bupati Algafry Rahman menjelaskan bahwa data awal dari BPBD menunjukkan 56 unit rumah terdampak di Desa Lubuk Pabrik dan Lubuk Lingkuk. Kondisi ini memerlukan respons cepat untuk meminimalisir dampak lebih lanjut terhadap masyarakat.

Dugaan kuat penyebab banjir Lubuk Besar mengarah pada aktivitas penambangan bijih timah ilegal atau tidak terkontrol. Penambangan tersebut disinyalir telah menyebabkan perubahan signifikan pada alur sungai, sehingga sungai tidak mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi. Pemerintah daerah kini fokus pada upaya normalisasi untuk mengembalikan fungsi alami sungai.

Pengerahan dua unit ekskavator menjadi langkah konkret Pemkab Bangka Tengah dalam mengatasi masalah ini. Alat berat tersebut bekerja keras untuk membersihkan sumbatan dan memperlebar alur sungai yang menyempit. Harapannya, upaya ini dapat mencegah banjir susulan dan memulihkan kondisi lingkungan di sekitar area terdampak.

Proses evakuasi warga terdampak banjir Lubuk Besar berjalan lancar menuju Gedung Serba Guna Kecamatan Lubuk Besar. Lokasi ini dijadikan pusat penampungan sementara bagi para korban banjir. Pemerintah daerah memastikan bahwa kebutuhan dasar seperti makanan dan minuman terpenuhi melalui dapur umum yang telah didirikan.

Selain penanganan langsung, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga terus melakukan pendataan lanjutan terhadap dampak banjir. Pendataan ini mencakup kondisi rumah warga yang rusak serta fasilitas umum yang mungkin terpengaruh. Informasi akurat sangat penting untuk perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-banjir.

Bupati Algafry Rahman mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar aliran sungai, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Potensi banjir susulan masih mungkin terjadi, terutama jika curah hujan tinggi kembali melanda. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait juga terus dilakukan untuk memastikan penanganan banjir berjalan optimal dan kebutuhan warga terpenuhi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi