Bakti Sosial Lapas Kalianda: Wujud Nyata Kepedulian Kemenimipas untuk Masyarakat

Lapas Kelas IIA Kalianda menggelar kegiatan bakti sosial, menyalurkan paket sembako dan alat sekolah kepada masyarakat sekitar, sebagai wujud nyata kepedulian Kemenimipas dan komitmen terhadap kesejahteraan warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bakti Sosial Lapas Kalianda: Wujud Nyata Kepedulian Kemenimipas untuk Masyarakat
Lapas Kelas IIA Kalianda menggelar kegiatan bakti sosial, menyalurkan paket sembako dan alat sekolah kepada masyarakat sekitar, sebagai wujud nyata kepedulian Kemenimipas dan komitmen terhadap kesejahteraan warga. (AntaraNews)

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda, Lampung Selatan, Provinsi Lampung, baru-baru ini melaksanakan kegiatan bakti sosial yang berfokus pada pembagian paket sembako dan bantuan alat pendidikan. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 20 Februari 2026, di lingkungan sekitar lapas, menunjukkan komitmen institusi untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial Lapas Kalianda yang berada di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI.

Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Beni Nurrahman, menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar agenda seremonial. Ia menekankan bahwa ini adalah bagian integral dari tanggung jawab sosial institusi terhadap warga sekitar. Paket sembako yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan.

Selain bantuan sembako, pemberian alat pendidikan juga menjadi fokus utama dalam bakti sosial ini. Dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak di lingkungan sekitar lapas diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus semangat belajar dan meraih cita-cita. Lapas Kalianda berharap kehadirannya dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat sekitar, sekaligus mempererat hubungan baik yang telah terjalin.

Kegiatan bakti sosial yang diinisiasi oleh Lapas Kelas IIA Kalianda merupakan manifestasi nyata dari kepedulian sosial institusi pemasyarakatan di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI. Pembagian paket sembako ini bertujuan meringankan beban kebutuhan pokok warga, khususnya mereka yang berada di sekitar lingkungan lapas. Bantuan tersebut meliputi beras, minyak goreng, gula, dan tepung, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Beni Nurrahman menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Lapas Kalianda untuk tidak hanya menjalankan fungsi pemasyarakatan, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan sosial. Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, bantuan sembako ini menjadi krusial untuk menjaga stabilitas kebutuhan pangan keluarga. Antusiasme masyarakat yang menerima bantuan menunjukkan betapa pentingnya dukungan semacam ini bagi mereka.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kalianda berupaya membangun citra positif sebagai lembaga yang peduli dan dekat dengan masyarakat. Ini juga sejalan dengan visi Kemenimipas untuk menciptakan sistem pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pemberdayaan. Komitmen untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat menjadi landasan utama setiap program sosial yang dijalankan.

Selain bantuan sembako, Lapas Kalianda juga menyalurkan bantuan pendidikan kepada anak-anak sekolah dari keluarga kurang mampu di sekitar wilayahnya. Sebanyak 10 anak menjadi penerima manfaat dari bantuan ini, yang mencakup perlengkapan alat tulis, tas sekolah, serta kebutuhan penunjang belajar lainnya. Langkah ini merupakan bentuk dukungan konkret terhadap keberlanjutan pendidikan dan masa depan generasi muda.

Pemberian bantuan pendidikan ini diharapkan dapat memotivasi anak-anak untuk tetap semangat dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita mereka. Kepala Lapas Beni Nurrahman menekankan pentingnya investasi pada pendidikan sebagai kunci kemajuan. Dengan fasilitas belajar yang memadai, diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang terhambat pendidikannya karena keterbatasan ekonomi.

Dukungan terhadap pendidikan anak-anak di sekitar Lapas Kalianda menjadi perhatian penting, mengingat pendidikan adalah hak setiap warga negara. Program ini juga mencerminkan upaya Lapas untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Kegiatan serupa akan terus digelar secara berkala sebagai bagian dari wujud kepedulian terhadap warga sekitar dan komitmen jangka panjang terhadap pendidikan.

Kegiatan bakti sosial ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun hubungan yang harmonis antara Lapas Kalianda dengan masyarakat sekitar. Kehadiran Lapas diharapkan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung, bukan hanya sebagai institusi penegak hukum, melainkan juga sebagai bagian integral dari komunitas.

Beni Nurrahman menyatakan bahwa melalui inisiatif seperti ini, Lapas Kalianda berharap dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama di lingkungan sekitar. Hubungan baik yang terjalin harmonis akan menciptakan lingkungan yang kondusif dan saling mendukung. Ini juga merupakan upaya untuk mengikis stigma negatif yang mungkin melekat pada institusi pemasyarakatan.

Komitmen untuk terus menggelar kegiatan sosial secara berkala menunjukkan keseriusan Lapas Kalianda dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya. Dengan demikian, Lapas tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan warga binaan, tetapi juga sebagai agen perubahan positif yang berkontribusi pada kesejahteraan dan keharmonisan masyarakat. Sinergi antara Lapas dan masyarakat menjadi kunci untuk mencapai tujuan bersama.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi