Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menunjukkan kepeduliannya dengan terlibat langsung dalam upaya pemulihan pasca-banjir bandang yang melanda Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Bersama masyarakat setempat, Bakamla RI bahu-membahu membersihkan material longsor yang menutupi akses jalan vital di Kampung Makoa.
Kehadiran personel Bakamla RI ini sangat diapresiasi oleh Kepala Desa Kampung Makoa, Husein Lerah, yang menyatakan bahwa bantuan tersebut sangat berarti dalam mempercepat proses pembersihan. Upaya kolaboratif ini bertujuan untuk segera memulihkan kembali mobilitas warga dan distribusi kebutuhan pokok yang sempat terhambat.
Proses pembersihan material longsor di ruas jalan Sawang-Makoa sendiri telah berlangsung selama lima hari, menghadapi volume material yang cukup banyak di dua titik longsor utama. Keterlibatan Bakamla RI dalam misi pembersihan longsor Sitaro ini diharapkan dapat meringankan beban warga dan mempercepat pembukaan kembali akses jalan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Kepala Desa Kampung Makoa, Husein Lerah, secara langsung menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kehadiran Bakamla RI di wilayahnya. Menurut Husein, keterlibatan personel Bakamla dalam kerja bakti pembersihan material longsor di ruas jalan Sawang-Makoa sangat membantu.
“Kami sangat senang dan berterima kasih atas kehadiran Bakamla RI,” kata Husein Lerah di Siau. Ia menambahkan bahwa bantuan ini krusial mengingat skala kerusakan dan volume material longsor yang besar.
Kerja sama antara Bakamla RI dan masyarakat ini menjadi contoh nyata sinergi dalam penanganan bencana. Semangat gotong royong ini mempercepat upaya pemulihan dan meringankan beban warga yang terdampak banjir bandang. Upaya Bakamla bersihkan longsor Sitaro ini patut diacungi jempol.
Advertisement
Advertisement
Husein menjelaskan bahwa proses pembersihan material longsor yang menutupi ruas jalan tersebut berlangsung selama lima hari. Bantuan personel Bakamla RI menjadi sangat berarti dalam menghadapi tantangan ini.
Terdapat dua titik longsor di jalur utama Sawang–Makoa dengan volume material yang cukup banyak, sehingga proses pembersihan membutuhkan tenaga tambahan dan waktu yang tidak singkat. “Material longsor cukup banyak dan menutup badan jalan,” ujarnya.
Terputusnya akses jalan akibat longsor ini berdampak signifikan pada aktivitas masyarakat, terutama dalam distribusi bahan kebutuhan pokok dan mobilitas warga antar-wilayah. Kondisi ini membuat kehidupan sehari-hari masyarakat menjadi lebih sulit.
Advertisement
Dengan adanya bantuan personel Bakamla, pekerjaan menjadi lebih ringan dan masyarakat berharap akses jalan ini bisa segera dibuka kembali untuk memulihkan kondisi normal. Keberhasilan Bakamla bersihkan longsor Sitaro sangat dinantikan.
Advertisement
Selain membantu membersihkan longsor, Bakamla RI juga mendistribusikan bahan kebutuhan pokok dan personel di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Bantuan ini menggunakan KN Singa Laut untuk membantu pemulihan setelah terjadi banjir bandang pada Senin (5/1) dini hari.
KN Singa Laut juga memiliki peran penting dalam misi kemanusiaan ini dengan membantu mengevakuasi lima warga Siau yang mengalami cedera. Mereka dievakuasi untuk mendapatkan perawatan lanjutan di rumah sakit yang ada di Kota Manado.
Langkah-langkah Bakamla ini menunjukkan komitmen mereka dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Upaya terpadu ini mencakup pemulihan infrastruktur dan penanganan kebutuhan dasar serta medis warga, menegaskan peran penting Bakamla dalam penanganan darurat di Sitaro.
Advertisement
Sumber: AntaraNews