Ayah dan Anak Pelaku Pembunuhan di TTS Dibekuk Polisi

Jumat, 11 Juni 2021 23:02 Reporter : Ananias Petrus
Ayah dan Anak Pelaku Pembunuhan di TTS Dibekuk Polisi Ayah dan anak pelaku pembunuhan di NTT. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Imanuel Babu (48) dan anaknya bernama Yongki H Babu (18), warga Desa Usapimnasi, Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, akhirnya ditangkap polisi. Keduanya sempat diburu aparat kepolisian dari Polres Timor Tengah Selatan, setelah membunuh kerabatnya sendiri hanya gara-gara masalah pengerukan tanah. korban Oktavianus Babu (31) masih berstatus keluarga sekaligus tetangga kedua pelaku.

"Sudah kami lakukan penangkapan tersangka. Dua tersangka sudah kita tahan di Mapolres sejak hari ini Jumat (11/6)," ujar Kasat Reskrim Polres Timor Tengah Selatan, Iptu Mahdi Dejan, Jumat (11/6).

Kedua tersangka diperiksa intensif oleh penyidik Sat Reskrim. Mereka disangkakan pasal 338 KUHP sub pasal 354 ayat (2) lebih sub pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Rabu (9/6) siang di dekat tempat tinggal mereka. Bermula sekitar pukul 09.00 WITA, korban menyewa sebuah eksavator untuk mengeruk sebuah bukit di samping rumah Maria Haekase dan tanah timbun hendak dijual.

Saat itu, tersangka Imanuel Babu datang dan menegur korban agar jangan mengeruk tanah tersebut karena tanah tersebut miliknya, sehingga membuat korban sempat menghentikan proses pengerukan. Namun sekitar satu jam kemudian, korban kembali menyuruh operator eksavator untuk melanjutkan pengerukan tanah bukit tersebut.

Tiba-tiba datang tersangka dan anak tersangka. Tersangka Imanuel melarang korban agar jangan mengeruk lagi, namun korban tidak menggubris hal tersebut. Karena ia menilai area tersebut tidak ada pemiliknya.

Mereka pun terlibat adu mulut hingga perkelahian. Anak tersangka, Yongki H Babu terlibat dalam perseteruan itu dan memegang tubuh korban. Sementara ayahnya, Imanuel Babu mencabut sebilah pisau yang berada di pinggangnya, lalu menikam korban pada perut sebelah kanan hingga terluka.

Setelah menikam korban, keduanya kabur meninggalkan korban. Menurut saksi, korban masih berusaha berlari mengejar Imanuel Babu dan anaknya, namun akhirnya terjatuh dan sekarat.

Warga yang melihat kejadian itu kemudian membawa korban ke Puskesmas. Sayangnya, nyawa korban tidak bisa tertolong dan meninggal dunia.

Saat polisi datang, korban telah dibawa oleh keluarga korban di Puskesmas Fatumnutu. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan oleh dokter Puskesmas Fatumnutu, disimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat luka pada perut kanan, karena banyak mengeluarkan darah. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pembunuhan
  3. Kupang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini