Ayah Bunuh 4 Anak Kandung di Jagakarsa Lakukan KDRT, Pengakuan Tetangga: Istrinya Babak Belur

Pengakuan tetangga pelaku, melihat istri Panca sudah dalam kondisi babak belur

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Ayah Bunuh 4 Anak Kandung di Jagakarsa Lakukan KDRT, Pengakuan Tetangga: Istrinya Babak Belur
Ayah Bunuh 4 Anak Kandung di Jagakarsa Lakukan KDRT, Pengakuan Tetangga: Istrinya Babak Belur (Merdeka.com)

Tetangga tidak mengira Panca yang dikirinya memilik keluarga harmonis rupanya melakukan KDRT

Panca (40) terduga pelaku pembunuhan keempat anaknya di Jagakarsa, Jakarta Selatan sempat bertikai dengan istrinya D. Pertikaian tersebut terdengar oleh tetangga pelaku pada Sabtu (2/12).

"Jadi pintu rapat yang denger suami ibu dari mushola tetangga dicari kemana mana. 'Jangan pak, ampun' begitu kata suami ibu," cerita tetangga Panca, Titin kepada wartawan, Kamis (7/12).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pada saat KDRT terjadi, Titin mengaku masih sempat bertemu dengan keempat anak D lantaran diminta tolong untuk mengurusnya sementara. Dirinya tidak mengira keluarga Panca yang dikirinya harmonis rupanya melakukan KDRT. 

"Kelihatannya harmonis aja kalau lewat nyapa doang enggak pernah ngobrol," jelas dia.<br>
Dok. Istimewa

Selepas KDRT terjadi, D pun memanggil Titin. Alangkah kagetnya dia melihat tetangganya sudah dalam kondisi babak belur lalu langsung dilarikan ke rumah sakit.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Nah ibunya si perempuan korban manggil ibu, ibu datang ke situ. Pas di situ emang babak belur istrinya sudah gitu dibawa ke rumah sakit istrinya sampai sekarang dirawat," bebernya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Berselang beberapa hari setelahnya, tepat pada Rabu (6/12) ia tiba-tiba mencium bau tidak sedap berasal dari rumah Panca. Rasa curiga tidak timbul mulanya, karena dia mengira bau busuk itu berasal dari bangkai tikus.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Hingga akhirnya setelah ditelusuri lebih lanjut, bau itu berasal dari rumah keluarga Panca. Di mana empat anak Panca ditemukan meninggal dunia. 

Rekomendasi