Aturan PPDB di Karanganyar Bikin Panik, Ratusan Wali Murid Menginap di SMP

Kamis, 13 Juni 2019 18:03 Reporter : Arie Sunaryo
Aturan PPDB di Karanganyar Bikin Panik, Ratusan Wali Murid Menginap di SMP Ratusan Wali Murid Menginap di Sekolah. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Ratusan wali murid di Karanganyar harus menginap di sekolah demi bisa mendaftarkan anaknya yang akan melanjutkan pendidikan di SMP (Sekolah Menengah Pertama). Pendaftaran siswa dengan sistem offline sedianya dilakukan hari ini, Kamis (14/6). Mereka rela bermalam di sekolahan agar mendapatkan nomor urut kecil agar diterima di SMP pilihan di zonasinya.

Kepanikan orangtua siswa terjadi di Kecamatan Tawangmangu dan Mojogedang. Sejak Rabu sore mereka sudah antre di SMPN 1 Tawangmangu dan SMPN 2 Mojogedang. Akibat peristiwa tersebut, Dinas Pendidikan setempat menunda pendaftaran pada hari ini.

Sistem zonasi yang diterapkan dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMP tersebut dinilai membuat resah para orang tua murid resah. Mereka khawatir putra-putrinya tidak bisa diterima di sekolah favorit. Pasalnya, dalam sistem zonasi ini proses seleksi tidak didasari nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Namun, didasarkan pada jarak rumah ke sekolah.

Akibatnya, para orang tua maupun wali murid berbondong-bondong dan rela menginap di sekolah favorit tersebut. Aksi nekat menginap di sekolah tersebut dilakukan agar mereka bisa terlebih dahulu mendaftarkan anaknya ke sekolah yang dituju.

Kedatangan para wali murid ke sekolah tersebut juga dipicu adanya kabar yang menyebutkan bahwa yang diterima masuk di SMPN 1 Tawangmangu yang masuk Zona 2 ini adalah pendaftar pertama.

Hal itu membuat orangtua murid berbondong-bondong datang kesekolahan. Pada saat bersamaan, di sekolah tersebut kursi-kursi duduk untuk pendaftaran PPDB sudah akan siap-siap ditata.

Peristiwa tersebut juga ramai dikabarkan melalui media sosial. Terlihat warga ramai di halaman sekolah untuk mengantre sejak Rabu sore, padahal pendaftaran baru dimulai keesokan harinya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Agus Haryanto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Untuk mengantisipasi timbulnya kegaduhan, pihaknya memilih mengundur jadwal PPDB menjadi tanggal 1-4 Juli 2019.

"Kami putuskan untuk menunda pendaftaran hingga bulan depan. Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selang waktu ini akan kami gunakan untuk evaluasi," kata Agus, Kamis (13/6).

Agus mengatakan, aturan dalam PPDB SMP Karanganyar tahun ini dilakukan berdasarkan sistem zonasi. Dengan aturan tersebut dikhawatirkan urutan pendaftar menjadi prioritas dalam penentuan hasil PPDB.

"Dengan aturan ini, yang utama adalah pendaftar dari zona 1. Jika dari zona 1 sudah penuh maka kita urutkan berdasarkan urutan. Jadi yang mendaftar terlebih dahulu akan diprioritaskan," jelasnya lagi.

Adannya antaranya orang tua murid, menurut Agus terjadi karena adanya perubahan aturan dari online menjadi offline. Pendaftaran harus dilaksanakan langsung di sekolah yang dituju. Untuk itu, pihaknya akan melakukan kajian bersama pihak-pihak terkait. Aturan tersebut menurutnya, masih dimungkinkan akan berubah.

Lebih lanjut Agus menerangkan, ada tiga jalur dalam PPDB di Kabupaten Karanganyar. Yakni 90 persen kuota melalui jalur reguler, 5 persen lewat jalur prestasi dan 5 persen sisanya untuk siswa yang mengikuti orang tuanya pindah tugas. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini