Atlet Lampung Raih Juara Tiga di Kejurnas Orado 2026, Bukti Pembinaan Olahraga Daerah Berhasil

Atlet Lampung Raih Juara Tiga di Kejurnas Orado 2026, Nur Arifin dan Risdiansyahnuri berhasil mengharumkan nama daerah di kompetisi nasional, menunjukkan potensi besar olahraga domino.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Atlet Lampung Raih Juara Tiga di Kejurnas Orado 2026, Bukti Pembinaan Olahraga Daerah Berhasil
Atlet Lampung Raih Juara Tiga di Kejurnas Orado 2026, Nur Arifin dan Risdiansyahnuri berhasil mengharumkan nama daerah di kompetisi nasional, menunjukkan potensi besar olahraga domino. (AntaraNews)

Atlet asal Provinsi Lampung berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih juara ketiga dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Federasi Olahraga Domino Indonesia (Orado) 2026. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan di JSI Resort, Megamendung, Jawa Barat, dan diikuti oleh perwakilan dari 28 provinsi di seluruh Indonesia.

Capaian membanggakan ini diraih oleh Nur Arifin dan Risdiansyahnuri, dua pemain terbaik dari Kabupaten Lampung Selatan, yang menunjukkan konsistensi dan daya saing tinggi hingga babak akhir. Keberhasilan mereka menjadi bukti nyata peningkatan kualitas pembinaan olahraga di Lampung serta menegaskan potensi atlet daerah di kancah nasional.

Pelatih tim Lampung, Vicky Dzulkarnain, mengungkapkan bahwa prestasi ini adalah buah dari latihan intensif dan kerja keras para atlet selama masa persiapan. Ia juga mengapresiasi semangat juang yang tak kenal menyerah dari anak didiknya dalam menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah.

Prestasi juara ketiga yang diraih tim Lampung dalam Kejurnas Orado 2026 bukanlah suatu kebetulan, melainkan hasil dari proses panjang dan dedikasi tinggi. Vicky Dzulkarnain, pelatih tim, menyatakan rasa syukurnya atas capaian ini, yang menurutnya adalah hasil dari latihan intensif dan kerja keras para atlet.

Nur Arifin dan Risdiansyahnuri, atlet kebanggaan Lampung Selatan, berhasil menunjukkan performa terbaik mereka. Keduanya mampu bersaing ketat dengan peserta dari 28 provinsi lain, membuktikan bahwa bakat dan strategi mereka patut diperhitungkan di tingkat nasional.

Semangat juang para atlet menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan kompetisi. Meskipun berhadapan dengan lawan-lawan tangguh, fokus dan mentalitas juara tetap terjaga, membawa mereka hingga ke podium kehormatan.

Nur Arifin, salah satu atlet peraih podium, mengungkapkan kebanggaannya dapat mengharumkan nama Lampung di tingkat nasional. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi kuat bagi dirinya dan atlet lainnya untuk meraih hasil yang lebih baik lagi di kejuaraan mendatang.

Ketua Orado Lampung Selatan, Akbar Bintang Putranto, turut menyampaikan apresiasi atas pencapaian luar biasa ini. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan dan menjadikan Kejurnas Orado sebagai wadah untuk menunjukkan prestasi terbaik.

Menurut Akbar Bintang, olahraga domino bukan hanya sekadar permainan rakyat, melainkan sebuah disiplin yang melatih strategi, konsentrasi, dan kecerdasan emosional. Lebih dari itu, domino juga memiliki peran dalam memperkuat harmoni sosial di masyarakat.

Dengan hasil positif ini, Provinsi Lampung diharapkan dapat terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing tidak hanya di kancah nasional, tetapi juga internasional. Pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut.

Kejurnas Orado 2026 menjadi bukti nyata tingginya antusiasme terhadap olahraga domino di Indonesia, dengan partisipasi puluhan atlet dari 28 provinsi. Ketua Umum Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB Orado), Yooky Tjahrial, menyebut bahwa tren positif ini mencakup wilayah luas dari Bali, Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan dan Papua.

Partisipasi yang luas ini menegaskan bahwa daerah-daerah sangat antusias dalam mengirimkan wakil terbaiknya untuk bersaing di level nasional. Kehadiran atlet senior dan junior dari berbagai provinsi menunjukkan bahwa olahraga domino terus berkembang pesat di seluruh penjuru Indonesia.

Yooky Tjahrial menambahkan bahwa ajang ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana penting untuk memperkuat pembinaan atlet. Kejurnas Orado menjadi platform ideal untuk menjaring atlet-atlet potensial yang kelak dapat membawa nama baik bangsa.

Hingga saat ini, pertandingan Kejurnas Orado 2026 masih berlangsung, dengan para atlet memperebutkan gelar juara satu atau final. Ini menunjukkan dinamika dan ketegangan kompetisi yang tinggi, serta semangat juang para peserta untuk menjadi yang terbaik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi