Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Apa Itu Metode Swab Antigen yang akan Gantikan Rapid Test?

Apa Itu Metode Swab Antigen yang akan Gantikan Rapid Test? Swab test Covid-19 gratis di Tangsel. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Sejak awal covid-19 merebak, Indonesia menggunakan Rapid Test untuk tracing pengidap virus yang berawal dari Wuhan tersebut. Jenis sampel yang diambil dari metode rapid test adalah darah dari jari atau pembuluh vena.

Hasil akan keluar sekitar 15 menit. Reaktif atau Non Reaktif.

Namun belakangan, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan bahwa Indonesia bisa menggunakan rapid test antigen. Swab Antigen atau yang lebih dikenal dengan Rapid test antigen merupakan metode rapid test yang direkomendasi oleh World Health Organization (WHO).

Jenis sampel yang diambil dari metode ini adalah lendir dalam hidung atau tenggorokan.

Rapid test antigen adalah tes diagnostik cepat Covid-19 yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antigen virus Covid-19 pada sampel yang berasal dari saluran pernapasan. Antigen akan terdeteksi ketika virus aktif bereplikasi.

Itu sebabnya rapid test antigen paling baik dilakukan ketika orang baru saja terinfeksi. Sebelum antibodi muncul untuk melawan virus yang masuk ke tubuh, ada peran antigen yang bertugas mempelajarinya. Keberadaan antigen itulah yang dideteksi.

Wiku mengatakan, rapid test antigen, selain akurat juga lebih efektif. Hasil test akan keluar hanya dalam waktu beberapa menit saja.

"Tentunya alat ini bisa digunakan di Indonesia sesuai yang direkomendasikan WHO. Bisa menggantikan rapid test antibody," kata Wiku saat konferensi pers yang disiarkan di youtube Sekretariat Presiden, Selasa (29/9).

Bukan hanya efektif dalan pengetesan saja, fungsi screening yang dilakukan rapid test antigen lebih efektif. Sehingga, kata Wiku, tidak akan menjadi beban untuk RT PCR sebagai standar penegakan diagnosa.

Seperti rapid test antibodi, ada kemungkinan hasil rapid test antigen tak akurat. Salah satu alasannya virus yang dipelajari antigen bisa jadi bukanlah SARS-CoV-2, melainkan virus lain seperti influenza.

Oleh karena itu, kata Wiku, masyarakat Indonesia harus selalu menerapkan 3M sebelum vaksin Covid-19 tersebut hadir. Kampanye 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

"Sampai sekarang kampanye 3M ini dibantu rekan-rekan relawan dari banyak tempat. Kami juga berkerja keras agar relawan bisa berkampanye menggunakan pendekatan sosial budaya sesuai masing-masing wilayah," ungkapnya.

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak

Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona (mdk/ded)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP