PT Pelindo Regional 2 Cabang Sunda Kelapa mengambil langkah antisipatif serius menghadapi potensi banjir rob. Mereka menyiagakan alat berat di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Langkah ini diambil menyusul kejadian banjir pesisir yang melanda area tersebut pada Selasa siang, 07/10.
Kejadian ini mendorong manajemen Pelindo Sunda Kelapa untuk memperketat koordinasi dengan berbagai otoritas terkait. Tujuannya adalah untuk memastikan respon cepat dan mitigasi dampak yang efektif. Ini menunjukkan komitmen dalam menjaga kelancaran operasional pelabuhan.
Plh General Manager Pelindo Sunda Kelapa, Rizwan, menegaskan bahwa penanganan banjir rob dilakukan dengan respons cepat. Pihaknya berkolaborasi dengan KSOP Kelas III Sunda Kelapa, Polsek Kawasan Pelabuhan, Kelurahan Ancol, serta BMKG Stasiun Tanjung Priok. Kolaborasi ini penting untuk memantau kondisi cuaca ekstrem.
Advertisement
Advertisement
Pelindo Sunda Kelapa tidak bekerja sendiri dalam menghadapi ancaman banjir rob. Mereka aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk asosiasi di Pelabuhan Sunda Kelapa seperti INSA, ISAA, dan APBMI. Tujuan utama koordinasi ini adalah memantau kondisi cuaca, gelombang, dan ketinggian pasang air laut secara real-time.
Rizwan menyatakan, “Kami terus memantau prediksi cuaca ekstrem dan fenomena pasang tinggi.” Pernyataan ini menunjukkan keseriusan dalam mengantisipasi setiap perubahan kondisi laut. Ketika ada indikasi rob atau gelombang tinggi, tim keamanan dan operasional segera mengambil langkah mitigasi yang diperlukan.
Langkah mitigasi ini mencakup pengerahan tim internal ke lapangan. Mereka bertugas memastikan jalur akses dermaga dan area kerja tetap kondusif. Kesiapan ini sangat krusial untuk menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas di Pelabuhan Sunda Kelapa.
Advertisement
Advertisement
Meskipun kondisi air pasang dan tekanan gelombang sempat menyebabkan dorongan terhadap tanggul pasir (sandbag barrier), manajemen Pelindo Sunda Kelapa memastikan aktivitas pelabuhan tetap berjalan. Tanggul pasir ini berada di sekitar area pelabuhan yang belum tertanggul beton. Ini menunjukkan efektivitas langkah mitigasi yang telah disiapkan.
Rizwan menambahkan, “Manajemen memastikan bahwa aktivitas pelabuhan tetap berjalan dan risiko terhadap operasi diminimalkan.” Banjir rob pada hari itu masuk melalui beberapa dermaga yang sebelumnya jarang terlimpahi air laut. Fenomena ini disebabkan oleh tingginya gelombang air laut akibat angin kencang.
Kejadian banjir rob tercatat sekitar pukul 10.21 WIB, namun pada pukul 11.00 WIB, kondisi pasang air laut mulai surut. Limpahan air laut ke dermaga juga berangsur berhenti. Pelindo Sunda Kelapa memastikan bahwa fasilitas pelabuhan, khususnya tanggul beton, tidak mengalami kerusakan struktur atau gangguan signifikan.
Advertisement
Advertisement
Langkah antisipatif yang telah disiapkan Pelindo Sunda Kelapa meliputi pemasangan "sandbag barrier" dan penyediaan pompa air (water pumps). Selain itu, normalisasi saluran drainase dan pembersihan sedimentasi juga menjadi bagian dari protokol kesiagaan rob. Persiapan ini merupakan bagian integral dari upaya menjaga kelancaran operasional.
Saat kondisi air pasang naik, tim internal langsung diterjunkan ke lapangan. Mereka memastikan jalur akses dermaga dan area kerja tetap aman dan kondusif bagi seluruh pengguna jasa. Ini menunjukkan respons proaktif dari pihak manajemen.
Operasional Pelabuhan Sunda Kelapa tetap berjalan normal tanpa adanya penghentian layanan. Pihak Pelindo memastikan bahwa pengguna jasa tetap dapat mengandalkan pelayanan pelabuhan. “Kami optimistis mampu menjaga kelancaran dan keamanan operasional,” pungkas Rizwan, menegaskan komitmen Pelindo.
Advertisement
Sumber: AntaraNews