Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, secara konsisten mengimplementasikan berbagai program strategis untuk menekan angka kemiskinan ekstrem di seluruh wilayahnya. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkot Palembang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, menegaskan bahwa fokus utama adalah mengurangi jumlah penduduk yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Program-program tersebut dirancang untuk menyasar 107 kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan. Tujuannya adalah memastikan tidak ada lagi warga yang tidak dapat mengakses kebutuhan esensial seperti makanan, air bersih, serta sanitasi layak. Inisiatif ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengatasi isu sosial yang mendesak.
Berdasarkan data yang ada, persentase penduduk miskin di Palembang menunjukkan tren penurunan signifikan. Angka ini menjadi indikator positif atas efektivitas kebijakan yang telah dijalankan. Pemkot Palembang terus berupaya mencapai target pembangunan yang lebih baik bagi warganya.
Advertisement
Advertisement
Upaya Pemerintah Kota Palembang dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem telah membuahkan hasil nyata. Data menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin di kota ini mengalami penurunan. Pada tahun 2025, angka tersebut diproyeksikan turun menjadi 9,04 persen, atau sekitar 162 ribu jiwa.
Penurunan ini merupakan kabar baik bagi masyarakat Palembang. Angka 9,04 persen tersebut menunjukkan penurunan sebesar 0,73 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sebelumnya, persentase penduduk miskin tercatat 9,77 persen, yang setara dengan sekitar 173 ribu jiwa.
Salah satu program andalan yang gencar dilakukan adalah penyaluran bantuan sosial. Bantuan ini berupa paket kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat sehari-hari, seperti beras. Distribusi bantuan sosial ini menjadi pilar penting dalam menekan angka kemiskinan ekstrem Palembang.
Advertisement
Selain berfokus pada penurunan tingkat kemiskinan ekstrem, program bantuan sosial ini juga memiliki tujuan ganda. Program tersebut juga terkait erat dengan upaya pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi. Dengan demikian, bantuan ini tidak hanya membantu warga miskin tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi.
Advertisement
Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, menjelaskan definisi kemiskinan ekstrem secara gamblang. "Kemiskinan ekstrem adalah kondisi ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar," ujarnya. Kebutuhan dasar tersebut meliputi makanan, air bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan, serta akses informasi terhadap pendapatan dan layanan sosial.
Untuk keberlanjutan program penekanan angka kemiskinan ini, Pemkot Palembang sangat mengharapkan dukungan dari berbagai pihak. Partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat juga dinilai krusial. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian tujuan pembangunan daerah.
Prima Salam menambahkan, "Untuk terus menekan angka kemiskinan itu, kami mohon dukungan dan partisipasi aktif dari semua pihak dan lapisan masyarakat agar dapat bersama-sama menekan angka kemiskinan, mencapai tujuan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat." Pernyataan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan warga.
Advertisement
Melalui berbagai program yang telah dan akan terus digalakkan, Pemkot Palembang berharap besar. Diharapkan ke depan tidak ada lagi masyarakat yang tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar tersebut. Komitmen ini menjadi landasan kuat dalam mewujudkan Palembang yang lebih sejahtera dan adil bagi semua warganya.
Sumber: AntaraNews