Sebuah video yang tengah viral di media sosial memunculkan tudingan bahwa anggota TNI diduga menjadi beking sebuah perusahaan minyak di Kangean. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @badanintelejenngopi dan memicu beragam reaksi dari warganet.
"Dugaan TNI jadi beking perusahaan minyak di Kangean," tulis caption yang ada pada video seperti dilihat dan dikutip merdeka.com, Selasa (18/11).
Terkait video itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul mengatakan, keberadaan anggota TNI AL di lokasi untuk melakukan mediasi.
"Merespons pertanyaan tersebut, keberadaan personel TNI AL di lokasi itu guna menengahi/mediasi aksi protes sejumlah nelayan terhadap Survei Seismik yang dilaksanakaan oleh Kapal SK Carina dari PT KEI (Kangean Energi Indonesia) yang berada di bawah pengawasan SKK Migas (Institusi Pemerintah), di wilayah Perairan Pulau Kangean," kata Tunggul saat dikonfirmasi terpisah.
Advertisement
Jenderal bintang satu ini menegaskan, video yang beredar di media sosial tersebut tidak utuh dalam penayangannya.
"Potongan video yang disampaikan itu tidak lengkap, video tersebut hanya pada saat personel TNI AL menengahi protes sejumlah nelayan," tegasnya.
Saat ini, menurut informasi yang dihimpun dirinya itu yakni permasalahan tersebut sudah menemui titik terang atau titik tengah antara kedua belah pihak.
"Saat ini menurut informasi yang saya peroleh, permasalahan antara nelayan dan pelaksanaan survei Seismik oleh Kapal SK Carina sudah menemukan titik tengah, dan permasalahan selesai dengan damai," katanya.