Andakara Prastawa Pelita Jaya: Petik Pelajaran Berharga dari Empat Pelatih IBL

Kapten Pelita Jaya Jakarta, Andakara Prastawa, membagikan pengalaman berharganya belajar dari empat pelatih berbeda dalam dua musim terakhir IBL, membentuk kedewasaan tim Andakara Prastawa Pelita Jaya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Andakara Prastawa Pelita Jaya: Petik Pelajaran Berharga dari Empat Pelatih IBL
Kapten Pelita Jaya Jakarta, Andakara Prastawa, membagikan pengalaman berharganya belajar dari empat pelatih berbeda dalam dua musim terakhir IBL, membentuk kedewasaan tim Andakara Prastawa Pelita Jaya. (AntaraNews)

Kapten tim basket Pelita Jaya Jakarta, Andakara Prastawa, mengungkapkan bahwa ia telah banyak menimba ilmu dari empat pelatih kepala yang berbeda selama dua musim terakhir Indonesian Basketball League (IBL), dimulai sejak edisi 2024. Pengalaman unik ini, yang jarang dialami banyak pemain dalam rentang waktu singkat, justru memberikan dampak positif signifikan bagi dirinya dan tim.

Prastawa menjelaskan bahwa pergantian pelatih dari Rob Beveridge, Johannis Winar (Coach Ahang), Justin Tatum, hingga David Singleton saat ini, merupakan anugerah. Setiap pelatih membawa filosofi dan pendekatan yang berbeda, memungkinkan para pemain untuk mengambil sisi positif dari masing-masing individu dalam dua tahun terakhir.

Proses adaptasi ini tidak hanya memperkaya wawasan taktis pemain tetapi juga membentuk kedewasaan dalam menghadapi perubahan di level profesional. Ini menjadi bekal berharga bagi skuad Pelita Jaya yang tengah mempersiapkan diri menghadapi musim IBL 2026 dengan ambisi tinggi.

Pergantian pelatih kepala secara beruntun memaksa Andakara Prastawa dan rekan-rekannya untuk terus beradaptasi dengan beragam pendekatan dan filosofi permainan. Setiap pelatih memiliki karakter yang berbeda, mulai dari penekanan pada kedisiplinan hingga fokus pada sistem permainan atau pertahanan tertentu.

Menurut Prastawa, hal ini membuka banyak sudut pandang baru dalam memahami permainan basket. Pemain dituntut untuk lebih fleksibel dan cepat menyerap strategi yang berbeda, sebuah keahlian yang krusial dalam olahraga profesional.

Pengalaman bekerja sama dengan beberapa pelatih ini dianggap sebagai pembelajaran berharga bagi seluruh skuad. Meskipun gaya melatihnya beragam, tujuan akhir semua pelatih tetap sama, yaitu meningkatkan kualitas individu pemain dan performa tim secara keseluruhan.

Menjelang musim IBL 2026, Pelita Jaya tidak hanya mengandalkan pengalaman adaptasi dari para pemainnya, tetapi juga melakukan pembenahan signifikan pada komposisi tim. Evaluasi menyeluruh dari musim sebelumnya menjadi dasar untuk menyempurnakan skuad.

Sejumlah pemain lokal berpengalaman telah bergabung, menambah kekuatan dan kedalaman tim. Selain itu, kehadiran pemain yang baru kembali dari masa pelatihan di luar negeri serta beberapa rookie potensial turut memperkaya opsi Pelita Jaya.

Pemain guard Pelita Jaya Jakarta, Muhamad Arighi, menambahkan bahwa perubahan ini membuat tim lebih siap untuk tampil berbeda pada musim ini. Kekurangan yang teridentifikasi dari musim lalu telah diperbaiki, menjanjikan performa yang lebih kompetitif.

  • Pemain Lokal Berpengalaman: Jacob Lobbu, Andrew William Lensun, Oka Ananta Yogiswara, Putu Pande.
  • Pemain Kembali dari Luar Negeri: Hendrick Xavi Yonga (dari Amerika Serikat), Anto Boyratan (dari Australia).
  • Rookie/Pemain Debutan: Candra Irawan, Russel Nyoo.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi