Kurang dari 24 jam, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) digoyang dua gempa berkekuatan magnitudo 6 Skala Richter (SR).
Gempa pertama terjadi Senin (31/3) pukul 23.54 Wita di wilayah Pantai Selatan Sumba Barat Daya, NTT. Sedangkan gempa kedua pada Selasa (1/4), pukul 18.15 Wita, di Laut Banda, Maluku Barat Daya, yang terasa hingga empat kabupaten di NTT, bahkan Dili, Timor Leste.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan, kedua gempa bumi ini sama sekali tidak berpotensi terjadinya tsunami. Masyarakat dimintanya untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Daryono dalam keterangan persnya menyebut wilayah Sumba Barat Daya berlokasi di laut pada jarak kilometer (km), arah Barat Daya Wanokaka, Sumba Barat, di kedalaman 30 Kilometer.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun. Ia menerangkan aktivitas Lempeng Indo-Australia menyebabkan gempa ini terjadi.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia," ungkap Daryono.
Sedangkan gempa tektonik magnitudo 6,3 di Laut Banda, Maluku Barat Daya terasa hingga wilayah NTT yakni pada Kabupaten Belu, Malaka, Timor Tengah Utara, juga di Kota Kupang.
Daryono menuturkan, intensitasnya III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu. Selain NTT, wilayah lain yang terdampak ialah Damer, Luser, Pulau Tiakur dan Pulau Leti, Pulau Moa, Pulau Babar, Pulau Romang bahkan Dili Timor Leste.
Hasil analisis menunjukkan gempa ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik atau oblique thrust fault. Ia menyebut gempa ini merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng (intraslab) di Laut Banda.
Hasil monitoring BMKG, tambah Daryono, tak menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan hingga pukul 18.35 WITA.
Sejumlah warga di Kota Kupang mengaku panik merasakan getaran ketika gempa dari Laut Banda ini. Adi mengaku warga sempat berlarian keluar dari gedung hotel saat gempa terjadi.
"Kaca bergetar kira-kira empat detik. Getarannya kecil," ujarnya.
Hal yang sama juga diungkapkan warga negara Republik Demokratik Timor Leste Quito Simoes. Menurutnya, gempabumi juga dirasakan hingga ke Kota Dili.
"Dili ikut terasa gempa," katanya.
Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Timor Tengah Utara, Oktovianus Nule juga mengaku ikut merasakan gempabumi di wilayahnya.
"Gempa terasa di kota Kefamenanu selama lima detik," tutupnya.