Prof. Dr. Ali Muktiyanto, SE, M.Si, seorang akademisi yang telah mengabdi seperempat abad di Universitas Terbuka (UT), kini resmi dilantik sebagai nakhoda baru perguruan tinggi tersebut untuk periode 2025-2030. Pelantikan ini menandai babak baru kepemimpinan di UT, sebuah institusi pelopor pendidikan jarak jauh di Indonesia.
Sosok yang dibesarkan di Demak ini sebelumnya tidak pernah menyangka akan menduduki posisi rektor, meskipun menjadi dosen adalah impiannya sejak kecil. Ia terinspirasi oleh guru-gurunya yang mengayomi, mendorongnya untuk terus berbuat baik dan memberikan harapan bagi banyak orang.
Upacara pelantikan berlangsung di Tangerang Selatan, dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, Prof. Ojat Darojat. Ali Muktiyanto terpilih melalui proses seleksi yang transparan dan akuntabel, mengalahkan kandidat lainnya.
Advertisement
Advertisement
Perjalanan Karier dan Latar Belakang
Ali Muktiyanto, yang lahir 53 tahun silam di Demak, tumbuh dalam keluarga religius dan merupakan putra seorang kepala desa yang menjabat selama tiga zaman berbeda. Pendidikan dasarnya ditempuh di Demak, sementara SMP dan SMA diselesaikan di Kudus. Ia melanjutkan studi sarjana di S1 Akuntansi STIE Tridharma, magister Ilmu Ekonomi dan Akuntansi di Universitas Padjadjaran, serta studi doktoral Ilmu Akuntansi di Universitas Indonesia.
Karier akademis Ali Muktiyanto Rektor UT dimulai di Universitas Terbuka sebagai tenaga pengajar, kemudian berjenjang dari asisten ahli, lektor, lektor kepala, hingga akhirnya diangkat menjadi guru besar pada tahun 2019. Berbagai jabatan struktural pernah diembannya, termasuk Kepala Program Studi S1 Akuntansi, Asisten Direktur 3 Bidang Kemahasiswaan, dan Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis.
Sebelum menjabat sebagai rektor, Ali Muktiyanto juga menduduki posisi Wakil Rektor II UT dari tahun 2021 hingga 2025. Ia memiliki kepakaran luas dalam bidang tata kelola perguruan tinggi yang baik (Good University Governance), akuntansi publik, manajemen strategis, sistem informasi manajemen, serta auditor internal dan eksternal, menjadikannya sosok yang komprehensif dalam memimpin UT.
Advertisement
Advertisement
Visi dan Program Unggulan Rektor Universitas Terbuka
Pemilihan Rektor Universitas Terbuka periode 2025-2030 berlangsung dari Februari hingga Juli 2025, melalui tahapan penjaringan, penyaringan, pemilihan, dan penetapan yang menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas, transparansi, dan meritokrasi. Pada 9 Juli 2025, setelah debat tiga calon rektor, Majelis Wali Amanat menetapkan Ali Muktiyanto sebagai rektor terpilih, mengungguli Dr. Meirani Harasasi SE dan Rini Yayuk Priyati MEc PhD.
Dalam orasinya, Ali Muktiyanto mengusung visi "Meneguhkan kewibawaan, menguatkan integritas, dan mengokohkan reputasi akademik UT secara global". Ia menekankan upaya memperkokoh UT sebagai institusi pendidikan jarak jauh bertaraf global, yang unggul dalam pengembangan sistem pembelajaran inovatif dan keilmuan, serta mampu menyiapkan lulusan berdaya saing global.
Untuk mencapai visi tersebut, Ali Muktiyanto Rektor UT menawarkan 20 program pilihan yang mengacu pada konsep Strategy Map dalam perspektif Balance Scorecard, dikenal sebagai model SHINE-STARS-RID. SHINE (Spirit, Horizon, Innovation, Nurture, Entrepreneurship) menjadi fondasi transformasi institusi. STARS (Synergy, Transformation, Accountability, Relevance, Scalability) berfungsi sebagai mekanisme strategis dalam merancang kebijakan dan pertumbuhan organisasi.
Advertisement
Sementara itu, RID (Academic Reputation, Academic Integrity, Academic Dignity) merupakan outcome yang diharapkan berupa reputasi, integritas, dan kewibawaan akademik UT di tingkat global. Ali Muktiyanto menegaskan komitmennya untuk membangun UT dengan transparansi dan akuntabilitas yang kuat, meyakini bahwa hal tersebut adalah kunci kepercayaan dari seluruh pemangku kepentingan.
Advertisement
Harapan dan Tantangan ke Depan
Ketua Panitia Pemilihan Rektor UT Periode 2025–2030, Prof. Paulina Pannen, menyatakan bahwa Prof. Ali Muktiyanto terpilih karena konsistensi dan hasil penilaian yang baik di setiap tahapan asesmen. Ia berharap rektor baru ini dapat menjadi "bintang baru" yang menerangi arah transformasi digital pendidikan di UT, memperkuat inovasi pembelajaran daring, serta memperluas jangkauan pendidikan tinggi yang inklusif.
Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UT, Prof. Ainun Na'im, juga menyampaikan harapannya agar nakhoda baru ini mampu membawa kemajuan signifikan bagi UT. Dengan jumlah mahasiswa lebih dari 700.000 orang, UT diharapkan dapat menjangkau pelosok Tanah Air dan terus meningkatkan kualitas pendidikan dengan memanfaatkan teknologi terkini.
Ali Muktiyanto sendiri mengajak seluruh civitas akademika untuk senantiasa menjaga integritas, yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah penting. Ia percaya bahwa integritas adalah pilar utama kemajuan suatu bangsa, dan jika integritas runtuh, maka segalanya akan ikut runtuh, sehingga perjuangan membangun integritas adalah yang paling puncak.
Advertisement
Sumber: AntaraNews