Pengurus Besar (PB) Akuatik Indonesia menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan diri menghadapi Asian Games 2026. Federasi ini berencana membentuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) mulai bulan Maret mendatang. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan para atlet memiliki persiapan optimal dan mampu bersaing di kancah internasional.
Wakil Ketua Umum I Bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science PB Akuatik Indonesia, Wisnu Wardhana, mengungkapkan bahwa proses seleksi atlet untuk pelatnas telah berjalan sejak beberapa ajang penting. Seleksi tersebut meliputi Asian Youth Games 2025, Islamic Games 2025, dan SEA Games 2025.
Sebanyak 18 atlet telah diajukan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk bergabung dalam pelatnas ini. Meskipun demikian, Wisnu Wardhana tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut dapat berkurang seiring dengan perkembangan evaluasi. Pelatnas dijadwalkan akan dimulai secara administratif pada 1 Maret, dengan program latihan efektif yang akan bergulir pada Senin pekan depan di Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Advertisement
Advertisement
Pembentukan Pelatnas Akuatik Asian Games 2026 merupakan bagian dari strategi jangka panjang Akuatik Indonesia untuk meningkatkan prestasi. Proses seleksi yang melibatkan beberapa ajang multievent sebelumnya menunjukkan komitmen federasi dalam mencari bibit-bibit unggul. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan tim yang solid dan kompetitif untuk Asian Games 2026.
Dari total 18 atlet yang diajukan, beberapa di antaranya saat ini menjalani latihan mandiri di luar negeri. Masniari Wolf berlatih di Jerman, sementara Felix Viktor Iberle berada di Penang, Malaysia. Keduanya tetap masuk dalam daftar pelatnas dan akan terus dipantau secara berkala oleh tim pelatih.
Akuatik Indonesia juga memiliki rencana untuk mengadakan tryout ke luar negeri sebagai bagian dari program persiapan. Amerika Serikat menjadi salah satu tujuan yang dipertimbangkan untuk tryout ini. Rencana tryout ini diperkirakan akan dilaksanakan pada bulan Juni atau Juli, disesuaikan dengan masa libur sekolah para atlet.
Advertisement
Advertisement
Untuk urusan kepelatihan, PB Akuatik Indonesia masih mempercayakan tim pelatih nasional kepada Albert Christiadi Sutanto dan Arif Purbo Warsono. Wisnu Wardhana menyatakan bahwa federasi belum memiliki rencana untuk menggunakan pelatih asing. Keyakinan ini didasari oleh kualitas dan kapabilitas pelatih yang ada saat ini yang dinilai sudah mumpuni.
Fokus utama pelatnas adalah memastikan setiap atlet mendapatkan program latihan yang terukur dan sesuai kebutuhan. Pemantauan atlet yang berlatih di luar negeri juga akan dilakukan secara intensif untuk menjaga performa mereka. Strategi ini diharapkan dapat menjaga konsistensi dan meningkatkan kemampuan para atlet secara maksimal.
Pendekatan latihan yang komprehensif ini mencakup aspek fisik, teknik, dan mental. Dengan dukungan tim pelatih berpengalaman, Akuatik Indonesia bertekad untuk membentuk tim yang siap menghadapi persaingan ketat di Asian Games 2026. Kesiapan mental atlet juga menjadi perhatian penting untuk menghadapi tekanan kompetisi.
Advertisement
Advertisement
Wisnu Wardhana mengakui bahwa persaingan di Asian Games 2026 akan sangat berat. Negara-negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, Kazakhstan, dan Singapura merupakan lawan tangguh yang memiliki tradisi kuat di cabang olahraga akuatik. Namun, hasil positif yang diraih pada SEA Games sebelumnya menjadi modal penting dan pelecut semangat bagi tim Indonesia.
Akuatik Indonesia berharap dapat menantang perebutan medali, dengan target minimal perunggu di Asian Games 2026. Lebih dari itu, ajang ini juga menjadi bagian dari target jangka panjang untuk kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, menjadi panggung penting untuk mengukur kesiapan atlet dan memperkuat fondasi prestasi menuju level dunia.
Dengan persiapan yang matang dan semangat juang tinggi, Akuatik Indonesia optimis dapat mencatatkan sejarah baru. Pencapaian medali di Asian Games akan menjadi bukti kerja keras dan dedikasi seluruh tim. Ini juga akan menjadi langkah awal yang signifikan menuju impian tampil di Olimpiade 2028.
Advertisement
Sumber: AntaraNews