AHY: Ibu Ani Terbentuk Jadi Pribadi yang Tegar dan Pejuang Keras

Minggu, 2 Juni 2019 16:23 Reporter : Ahda Bayhaqi
AHY: Ibu Ani Terbentuk Jadi Pribadi yang Tegar dan Pejuang Keras Jenazah Ani Yudhoyono menuju TMP Kalibata. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Ani Yudhoyono telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Minggu (2/6) sore. Sang putra sulung, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mewakili keluarga memberikan sambutan setelah pemakaman.

AHY mengatakan, kepergian sang ibu sangat mengagetkan. Sebab, dua Minggu sebelum memasuki masa kritis Ani telah menunjukkan perkembangan sangat positif.

"Saat itu kami sekeluarga optimis untuk kesembuhan ibu Ani. Namun Tuhan berkehendak lain. Allah SWT memanggil ibu Ani Yudhoyono di penghujung bulan Ramadan, bulan mulia penuh berkah dan ampunan ini," kata AHY di TMP, Jakarta.

AHY menceritakan, semasa hidupnya ibu Ani adalah sosok yang setia kuat tangguh dan inspiratif. Sarat dengan nilai. Sebagai perempuan lahir dari keluarga prajurit menjadi istri prajurit dan juga ibu dari seorang prajurit TNI.

"Ibu Ani Yudhoyono dibentuk dan terbentuk menjadi pribadi yang tegar, dan pejuang keras. Karakter itu secara konsisten beliau tunjukkan hingga akhir hayatnya," tutur AHY.

Dia mengenang, empat bulan lalu saat pertama kali Ani mengetahui vonis dokter mengidap kanker darah, sang bunda seraya meneteskan air mata mengatakan, pasrah tapi tidak akan pernah menyerah. Ani, kata AHY, tidak pernah menyalahkan siapapun atas sakitnya itu.

"Setiap treatment medis yang diberikan dokter dicatat rapih dalam tulisan tangan sendiri sama sekali tidak ada keluh kesah dari beliau. Bahkan ibu Ani mengatakan saya sudah terlalu banyak diberi kemuliaan dan barokah oleh Allah SWT," tambah AHY.

AHY mengatakan, Ani dilahirkan dan dibesarkan dari lingkungan keluarga pejuang. Anak jenderal TNI Sarwo Edhi Wibowo, sebuah nama besar dalam perjalanan sejarah Indonesia. Kemudian menikah menjadi istri prajurit hingga menjadi ibu negara istri presiden keenam Jenderal TNI purn Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Jadi kalau sekarang, kata ibu Ani kalau sekarang Allah memberi saya ujian penyakit seperti ini, saya tidak boleh mengeluh atau marah, saya harus terima dengan ikhlas dan saya harus berjuang untuk melawan penyakit ini," tutup dia. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini