Mantan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi Pertamina. Pemeriksaan ini dilakukan di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.
Ahok mengatakan, selama menjalani pemeriksaan hampir delapan jam dicecar 20 pertanyaan penyidik Kejagung.
Selama menjalani pemeriksaan, Ahok tak menyangka jika Korps Adhyaksa ternyata memiliki data yang lebih banyak dari yang diperkirakannya.
"Jadi ternyata dari Kejaksaan Agung mereka punya data yang lebih banyak dari pada yang saya tahu. Ibaratnya saya tahu cuma sekaki, dia tahu sudah sekepala," kata Ahok kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Kejagung, Jakarta, Kamis (13/3).
Advertisement
Ahok mengaku kaget bahwa Kejagung memiliki data lebih banyak darinya terkait korupsi di Pertamina. "Nanti saya sama penyidik, saya juga kaget-kaget gitu loh kok gila juga ya saya bilang gitu ya, saya kok enggak tahu itu, ini wajar kita," kata Ahok.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku banyak dikasih tahu oleh penyidik terkait dengan perkara yang tengah ditangani Kejagung.
"Saya juga kaget-kaget juga, dikasih tahu penelitian ini ada fraud apa, ada penyimpangan transfer seperti apa, dia jelasin. Saya juga kaget-kaget karena kan ini kan subholding. Subholding kan saya enggak bisa sampai ke operasional, saya cuma sampai memeriksa, kita itu hanya memonitoring dari RKAP," ujar dia.
"Nah itu kan untung rugi-untung rugi, kebetulan kinerja, jadi kebetulan kinerja Pertamina kan bagus terus selama saya di sana. Jadi kita enggak tahu tuh, ternyata dibawah ada apa, kita enggak tahu," sambung Ahok.
Advertisement
Ahok mengatakan saat itu menyampaikan agenda rapat yang terekam dan tercatat selama bekerja di perusahaan pelat merah. Sehingga, Ahok meminta Kejaksaan Agung untuk meminta kepada Pertamina.
"Nah, saya sendiri sampaikan bahwa ini ya sebatas itu kita tahu lah, tentu saya sampai kepada kejaksaan penyidik, intinya saya mau membantu mana yang kurang. Nanti setelah dia dapat data-data dari Pertamina setelah mereka pelajarin, semua rapat kan kita ada rekaman, ada catatan, nanti kalau butuh saya lagi, ya saya datang lagi lah," kata Ahok.