93 Persen Pasien Covid-19 di Garut Sembuh, Sisanya Masih Isolasi dan Perawatan

Bupati Garut, Rudy Gunawan menyebut bahwa saat ini bed occupancy rate (BPR) di rumah sakit mengalami penurunan yang cukup signifikan. Secara umum, jumlah kasur yang dipakai untuk merawat pasien Covid-19 di bawah 15 persen.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
93 Persen Pasien Covid-19 di Garut Sembuh, Sisanya Masih Isolasi dan Perawatan
Bupati Garut Rudy Gunawan. ©2020 Merdeka.com/M Iqbal

Bupati Garut, Rudy Gunawan menyebut bahwa saat ini bed occupancy rate (BPR) di rumah sakit mengalami penurunan yang cukup signifikan. Secara umum, jumlah kasur yang dipakai untuk merawat pasien Covid-19 di bawah 15 persen.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, hingga Selasa (17/8) siang, jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 24.039 orang. Dari jumlah tersebut, 22.489 orang atau 93,55 persennya dinyatakan sembuh.

Untuk warga yang saat ini masih melakukan isolasi, berjumlah 299 orang atau 1,24 persen. 106 orang atau 0,44 persen masih menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit, dan 1.145 orang atau 4,76 persen lainnya meninggal dunia.

"Saat ini kasus terkonfirmasi Covid-19 sudah menurun drastis sehingga pasien Covid-19 berkurang drastis.

Artinya bahwa yang terkonfirmasi dan mempunyai gejala berat itu sudah berkurang meskipun kita sekarang kan ke isoter tidak boleh laga ada yang di rumah (melakukan isolasi) secara mandiri," sebut Bupati, Selasa (17/8).

Walau kasus Covid-19 di Kabupaten Garut mengalami penurunan yang cukup signifikan, Bupati mengatakan bahwa saat ini wilayahnya masih harus melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

Untuk vaksin, diungkapkan Bupati, saat ini ketersedian stoknya aman. Jaminan keamanan stok tersebut tidak hanya yang di Dinas Kesehatan saja, namun juga vaksin milik TNI dan Polri.

"Tetapi tentunya, pelaksanaannya (vaksinasi Covid-19) dilaksanakan di kabupaten secara bersinergi," tutup Bupati.

Rekomendasi