8 Siswa SD di Sumsel Keracunan Makan Bergizi Gratis,Ternyata Ada Belatung di Lauknya

Tak hanya satu, ulat-ulat itu memenuhi setiap lauk di dalam wadah, termasuk pepaya.

Budi Yansah
Oleh Budi Yansah - Reporter
8 Siswa SD di Sumsel Keracunan Makan Bergizi Gratis,Ternyata Ada Belatung di Lauknya
8 Siswa SD di Sumsel Keracunan Makan Bergizi Gratis,Ternyata Ada Belatung di Lauknya (Merdeka.com)

Delapan siswa SD Negeri 7 Tebing Tinggi, Empat Lawang, Sumatera Selatan, keracunan makanan program makan bergizi gratis (MBG). 

Ironisnya, siswa menemukan banyak belatung di dalam wadah makanan yang disantap anak-anak.Belatung ditemukan siswa kelas III C dan III D baru saja membuka wadah MBG berbahan stainless, Selasa (18/2). 

Tak hanya satu, ulat-ulat itu memenuhi setiap lauk di dalam wadah, termasuk pepaya.

Siswa pun melaporkan temuan itu kepada gurunya. Sontak suasana menjadi heboh sehingga berteriak agar siswa kelas lain berhenti makan.

Kemudian semua makanan dikumpulkan sebagai barang bukti pemeriksaan. Tak lama kemudian, delapan siswa mengeluhkan sakit perut hingga dilarikan ke Puskesmas.

Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi mengungkapkan, pihaknya langsung mendatangi TKP dan mengambil sampel makanan untuk diperiksa di Labfor Polda Sumsel. 

Setelah itu, ia memimpin langsung mendatangi penyedia makanan MBG untuk mengecek tempat pengolahan dan distribusi.

"Kemarin sudah kita datangi dapurnya, sudah kita investigasi," ungkap Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi, Rabu (19/2).

Pemeriksaan awal, polisi menemukan dugaan kelalaian dalam proses pengolahan dan penyimpanan makanan oleh dapur penyedia. Diketahui, penyedia makanan adalah pihak ketiga yang terlibat dalam program itu.

"Dugaan ada unsur kelalaian," kata Abdul Aziz menambahkan.

Selanjutnya, penyidik akan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap penyedia makanan. Keterangan akan dikumpulkan bersama hasil uji sampel di labfor untuk memutus kasus ini.

"Kita belum bisa jelaskan kemungkinan-kemungkinan lain karena masih tahap pemeriksaan," kata Abdul Aziz lagi.

Untuk sementara, penyedia dilarang beroperasi dan mendistribusikan makanan program MBG itu ke wilayah ditunjuk hingga kasus ini tuntas. 

Sementara dapur lain diminta menjaga standar kebersihan dan keamanan makanan agar kejadian ini tidak terulang lagi.

"Kita stop program MBG dari SPPG Tebing Tinggi agar penyidik optimal melakukan penyelidikan," kata Abdul Aziz.

Namun sayang polisi tak menjelaskan secara detail tentang profiling pihak ketiga yang membuat makan bergizi gratis tersebut menjadi penuh ulat.

Rekomendasi